Pihak PG Sindanglaut Tolak Tuntutan Petani

den-Hanya giling ikut tersana baru (2)
BUNTU: Perwakilan petani tebu melakukan audiensi dengan jajaran managemen PG Sindanglaut. Aspirasi para petani agar PG Sindanglaut beroperasi, tidak diakomodir pihak managemen.FOTO: DENY HAMDANI/RADAR CIREBON
0 Komentar

untung pabrik gula itu harus diatas 100 hari, saya kemarin harusnya 2,1 juta,” ungkapnya.

Selain
itu juga, faktor alat giling yang sudah sangat tua, menyebabkan rendemen tebu
selalu rendah. Hal lain, kinerja pabrik gula Sindanglaut tahun ini dan kemarin
jeblok. Pihaknya hanya mendapatkan rendemen rata-rata 6,8 dan 6,9, tetapi Tersana
sudah bisa 7,4.  Perbedaan yang sangat
signifikan.

PG
Tersana Baru, menurut Wisri, jauh lebih baik ketimbang PG Sindanglaut. Sehingga
para petani Sindanglaut bisa ikut giling di PG Tersana Baru. Tersana Baru saat
ini tengah berupaya untuk menaikkan performa kinerja pabrik. Sebab kalau ini
harus digiling di salah satu pabrik disatukan tebunya. Kalau sendiri-sendiri pada
rugi semuanya.

Baca Juga:Siaga 1 Virus Corona, Kuningan Langsung BergerakMencuri Sepeda Motor di 27 TKP

“Harus
dijadikan satu. Kalau dijadikan satu, kalau digiling di Sindanglaut dengan
posisi 18 ribu, akan mencapai 208 hari. Bahkan bisa lebih dari itu, kalau tidak
ada kerusakan. Jadi, tidak mungkin karena kita mulai di Juni pertengahan kalau
208 hari berapa bulan itu lah bulan 11, 12 sudah hujan biaya angkut tinggi dan
rendemen turun kalau hujan itu. Tetapi kalau harus digiling dalam satu pabrik. Memang
saat ini yang paling mungkin di Tersana Baru karena kapasitasnya sudah 3.000.

Dia
membeberkan, sejak tahun 2016 hingga saat ini, PG Sindanglaut selalu mengalami
kerugian bahkan mencapai Rp4 miliar di tahun 2019 lalu. “Kerugian mulai tahun
2016 itu Rp450 juta, 2017 kemudian Rp1,5 miliar, kemudian Rp3,5 miliar, lalu
terakhir Rp4 miliar,” tuturnya.

Ditutupnya
PG Sindanglaut, agar bisa lebih efisien dalam penggilingan pada satu pabrik,
yakni di PG Tersana Baru. “Kalau kita usaha sudah kelihatan rugi kenapa harus
dilanjutkan? Biar tidak rugi ya giling di satu pabrik yang kinerjanya lebih
baik,” ungkapnya.

Sementara
perwakilan petani tebu, Mae Azar mengatakan, hasil pertemuan dengan GM PG
Sindanglaut belum ada titik temu dari tuntutan pihaknya agar PG Sindanglaut
tetap beroperasi. “Tuntutan kami selaku petani tebu dan karyawan yang
menginginkan pabrik gula Sindanglaut harus tetap giling belum ada titik temu,” ujarnya.

Azar
mengungkapkan, alasan kenapa para petani menginginkan agar PG Sindanglaut untuk

0 Komentar