Pihak PG Sindanglaut Tolak Tuntutan Petani

den-Hanya giling ikut tersana baru (2)
BUNTU: Perwakilan petani tebu melakukan audiensi dengan jajaran managemen PG Sindanglaut. Aspirasi para petani agar PG Sindanglaut beroperasi, tidak diakomodir pihak managemen.FOTO: DENY HAMDANI/RADAR CIREBON
0 Komentar

bisa tetap beroperasi, karena ada aspek-aspek sosial yang perlu dikaji ulang. Karena
persoalan luas areal, persoalan jumlah petani ini sangat banyak. Ketika pabrik
gula ini tutup, maka yang pertama mengalami dampak sosialnya adalah PHK PKWT.
“Kawan-kawan PKWT ini berjumlah kisaran 300 sampai 500 orang. Areal yang ada di
Sindanglaut ini ada kemungkinan banyak yang terbengkalai karena petani enggan
menanam tebu kembali. Dan yang paling pokok persoalan tanah di Sindanglaut ini
semuanya lahan-lahan tegalan atau tadah hujan. Ketika pabrik gula tutup, maka
mereka tidak akan menanam tebu kembali. Kalau misal ditanam tanaman lain,
artinya ini rugi bagi para petani,” bebernya.

Pihaknya
meminta jajaran direksi RNI bisa berpikir ulang untuk menutup PG Sindanglaut. Kajiannya
harus matang. Biar nanti apapun dampaknya, ini harus diminimalisir. Tetapi pihaknya
meminta pabrik gula Sindanglaut harus terus berdiri. (den)

Laman:

1 2 3
0 Komentar