Warga Kompleks Puri Cirebon Lestari Geram, Sampah Kembali Numpuk di TPS

Perumahan Cirebon Lestari
NUMPUK LAGI: Ketua RW 07 Perumahan Cirebon Lestari, Yeyet Nurhayati SPd saat meninjau lokasi TPS di Desa Kecomberan, kemarin. FOTO : SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON 
0 Komentar

CIREBON-Persoalan sampah di Kabupaten Cirebon tak pernah tuntas. Warga Perumahan Puri Cirebon Lestari (PCL) kembali meradang. Pasalnya, sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Desa Kecomberan, Jalan Soekarno-Warung Asem kembali menumpuk.

Padahal, 6 April lalu, pemerintah daerah sempat melakukan penanganan besar-besaran di TPS tersebut.

Namun, upaya itu dinilai belum memberikan solusi permanen lantaran sampah kembali menumpuk hanya dalam waktu singkat.

Baca Juga:Akhir Penantian 22 Tahun, Arsenal Resmi Juara Liga Inggris 2025/2026Unai Emery League! Pelatih Asal Spanyol Ini Kian Kukuh Jadi Raja Liga Europa

Ketua RW 07 PCL, Yeyet Nurhayati SPd mengaku kesal dengan kembali gunungan sampah di TPS tersebut.

Padahal, sebelumnya sebagai upaya telah dilakukan sampai proses pengangkutan yang melibatkan delapan dumptruk dan satu alat berat melalui Dinas PUTR dan Dinas Lingkungan Hidup.

“Termasuk melakukan pemagaran disisi kanan TPS depan pintu masuk perumahan. Nyatanya sampah kembali menggunung di TPS. Bahkan, sudah dua hari ini, tidak ada proses pengangkutan sampah,” ujar Yeyet kepada Radar Cirebon, Jumat (22/5).

Dikatakan Yeyet, sampah yang menumpuk begitu cepat itu diduga bersumber salah satunya dari rumah makan di Wilayah Beber. Dampak penumpukan sampah, lanjut Yeyet, sangat dirasakan warga dan pengguna jalan.

“Volume sampah yang terus bertambah membuat kapasitas TPS tidak lagi mampu menampung limbah yang masuk setiap hari,” kata Yeyet.

Mantan ketua PGRI Kabupaten Cirebon itu menjelaskan, akibat kondisi tersebut, warga sekitar kembali harus menghadapi bau menyengat yang mengganggu kenyamanan lingkungan.

Kondisi itu bangunan TPS yang sudah rusak semakin memperparah persoalan. Atap TPS yang bocor membuat air hujan masuk ke tumpukan sampah sehingga menimbulkan genangan dan mempercepat munculnya bau busuk.

Baca Juga:Prof Ipong Resmi Jadi Rektor Unwir, LLDIKTI dan Bupati Tekankan Tata Kelola Kampus dan SDM DosenRangka Depan Motor Patah, Damkar Indramayu Bantu Evakuasi

“Sekarang masih musim hujan. Atap TPS juga rusak, jadi air hujan masuk ke tumpukan sampah. Sampah menjadi basah dan baunya menyebar ke mana-mana. Warga jelas sangat terganggu,” ungkapnya.

Tak hanya warga perumahan, pengguna Jalan Soekarno-Warung Asem juga ikut merasakan dampaknya.

Selain menimbulkan bau tidak sedap, tumpukan sampah yang meluber dinilai mengganggu pemandangan dan dikhawatirkan memicu persoalan kesehatan lingkungan apabila tidak segera ditangani.

“Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dan berkelanjutan untuk mengatasi persoalan sampah di TPS Kecomberan,” tuturnya.

0 Komentar