Akhirnya Islah

Akhirnya Islah
BAHAS KEBOCORAN. Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon membahas dugaan kebocoran PAD yang diributkan Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Abraham Mohamad. --FOTO: SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON
0 Komentar

SUMBER – DPRD mengundang Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Setda, Drs Abraham Mohamad MSi, serta direksi PDAM Tirta Jati Kabupaten Cirebon, kemarin (7/8). Tujuannya, mengurai dugaan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebab, isu tersebut menjadi bola liar. Pertemuan itu dikemas melalui rapat kerja Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon mengenai pengelolaan PAD dari BUMD.
Dalam kesempatan itu, Abraham menyampaikan, apa yang didengungkannya selama ini karena ada dugaan kebocoran dari laba keuntungan di BUMD. Seperti Perumda Tirta Jati, badan layanan umum daerah (BLUD) dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Juga corporate social responsibility (CSR). “Tujuannya agar PAD Kabupaten Cirebon meningkat tajam,” ujarnya.
Namun, ia memastikan, persoalan yang diungkap tidak ada kaitannya dengan politik atau benci kepada Dirut PDAM Tirta Jati, Suharyadi. “Semua murni agar ke depan diperbaiki dan ada pemasukan bagi PAD yang selama tidak pernah diberikan oleh pihak PDAM,” ujar Abraham.
Padahal, pada 2017, Suharyadi sendiri sudah berjanji akan memberikan 55 persen dari laba keuntungan untuk PAD. Tetapi nyatanya, tidak pernah ada sampai sekarang.
Sementara itu, Suharyadi menjelaskan, memang selama ini pihaknya belum pernah memberikan pemasukan untuk PAD. Untuk yang tahun 2017 awalnya ingin memberikan pemasukan ke PAD. Tapi salah satu sistem penyedia air minum (SPAM) di Beber sangat kekurangan air.
“Pimpinan Komisi II DPRD pun berkunjung ke Kabupaten Kuningan. Dan mengajak Pemda Kabupaten Kuningan untuk mengoptimalkan debit air yang masuk ke Kabupaten Cirebon,” terangnya.
Menurutnya, memang wilayah Kabupaten Cirebon ketika musim kemarau sangat kesulitan air. Dan masih mengandalkan sumber air dari Kabupaten Kuningan.
Namun, dengan adanya masukan dari Abraham, hal itu akan menjadi pembenahan ke depan di perusahaannya. Sebab, selama ini pihaknya fokus untuk peningkatan cakupan layanan.
“Juga akan didiskusikan dengan dewan pengawas agar ada perbaikan lebih baik. Kami juga terima kasih kepada Pak Abraham yang memberi motivasi untuk memberikan pemasukan ke PAD. Kami akan coba,” imbuhnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, di 2018, pihaknya sudah pernah mengajukan untuk program masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Tapi tidak direalisasikan. Laba keuntungan 2018 itu telah diinvestasikan untuk peningkatan pelayanan. Di antaranya, diinvestasikan ke SPAM Waled. Di 2019, pihaknya memasang jaringan perpipaan. Dan membuat sumur-sumur bor. “Di 2020 memasang jaringan perpipaan, vertikulasi untuk meningkatkan cakupan layanan,” katanya.

0 Komentar