Belajar Tatap Muka Mulai Bulan Ini

0 Komentar

SUMBER – Kabupaten Cirebon segera memulai sistem pembelajaran tatap muka di semua jenjang pendidikan. Proses tersebut akan mulai dilaksanakan bulan ini. Namun, proses tersebut hanya akan dilakukan pada daerah atau kawasan yang termasuk dalam Zona Hijau saja.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon, Ronianto, kemarin. Menurutnya, sesuai dengan instruksi gubernur dan bupati Cirebon, terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka sekolah-sekolah di Zona Hijau agar tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Arahannya demikian. Saya sudah bertemu dengan Pak Bupati untuk menyampaikan ini. Sekolah-sekolah secepatnya akan dibuka. Kita saat ini sedang lakukan pengkajian untuk teknis penerapannya,” ujarnya.
Yang menjadi prioritas, sambung Ronianto, adalah sekolah-sekolah yang berada di Zona Hijau. Di mana, di daerah Zona Hijau tidak ada atau hanya sedikit kasus positif Covid-19. “Kita targetkan bulan ini. Kita masih hitung jumlahnya. Nanti serentak. Dibukanya menunggu kajian selesai,” imbuhnya.
Terkait teknis, pria yang akrab disapa Roni ini menyebut, penerapan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, mewajibkan adanya wastafel dan pengaturan jarak, menjadi syarat pelaksanaan kegiatan belajar tatap muka.
“Detilnya masih kita sempurnakan. Termasuk apakah nanti di-shift atau tidak. Atau pelaksanaannya hanya beberapa hari dalam seminggu atau full, nanti diatur lebih lanjut,” jelasnya.
Kegiatan pembelajaran tatap muka sendiri, menurut Ronianto, lebih aman dilakukan karena protokol kesehatan bisa dikontrol dan dipastikan dilaksanakan oleh pihak sekolah. Hal tersebut dirasa lebih aman ketimbang metode yang diterapkan saat ini. Di mana, guru melakukan kunjungan ke rumah-rumah siswa dalam format belajar kelompok yang risikonya justru lebih besar terpapar karena penerapan protokol kesehatan kurang ketat.
“Kita akan memastikan kondisi siswa dan guru aman di sekolah dengan penerapan protokol kesehatan,” ungkapnya.
Sementara itu, kabar tersebut disambut baik oleh beberapa kalangan. Di antaranya dari para orang tua atau wali murid. Sandi Sulistiyo, salah satu wali murid dari wilayah Kecamatan Sumber ikut senang dengan kabar kembali dibukanya sekolah.
“Memang harusnya sudah mulai dibuka untuk sekolah-sekolah. Sudah terlalu lama anak-anak libur. Ini seiring dengan mulai dibukanya banyak sektor, baik industri, perdagangan, dan lainnya,” ungkapnya. (dri)

0 Komentar