INDRAMAYU – Langkah kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu bersama Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) dalam menerapkan modernisasi sektor pertanian, mendapat sambutan positif dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu. Modernisasi tersebut adalah melalui Sistem Pertanian Modern Agriculture Advance System (PM-AAS) yang diuji coba di area pertanian Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi,
Ketua KTNA Kabupaten Indramayu, H Sutatang mengatakan, pihaknya sangat mendukung program modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Indramayu yang bekerja sama dengan BRMP. Terlebih, hasil produktivitas panen mampu mencapai 10 ton per hektare.
“Kami juga mendengar bahwa penerapan sistem PM-AAS ini diadaptasi dari sistem pertanian modern di Arkansas, Amerika Serikat. Tentunya hal ini akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan sektor pertanian di Indramayu,” katanya, Senin (18/5).
Baca Juga:DPRD Setujui Peralihan Status RSUD MA Sentot Patrol ke Pemprov JabarDiduga Akibat Puntung Rokok, Gudang Kardus di Tortoran Indramayu Terbakar
Menurut Sutatang, capaian produktivitas panen hingga 10 ton per hektare tersebut berada di atas rata-rata hasil panen dengan sistem konvensional yang umumnya hanya mencapai sekitar 8,4 ton per hektare. Kondisi itu diyakini dapat meningkatkan produktivitas padi di Kabupaten Indramayu yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil gabah terbesar di Indonesia.
“KTNA sangat mendukung program sistem PM-AAS ini. Dengan pola seperti ini, produksi padi terlihat bisa meningkat lebih tinggi. Apalagi didukung modernisasi pertanian, semoga penerapannya dapat diperluas ke kecamatan lain di Kabupaten Indramayu,” jelasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) telah melakukan penanaman padi menggunakan sistem PM-AAS di lahan seluas 100 hektare yang berada di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi. Program tersebut menjadi bagian dari pengembangan pertanian modern nasional.
Selain proses penanaman yang menggunakan alat modern, perawatan tanaman juga dilakukan dengan teknologi penyemprotan menggunakan drone pertanian.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim mengungkapkan, langkah modernisasi dilakukan guna meningkatkan produktivitas pertanian di tengah keterbatasan lahan sawah yang terus terancam berkurang akibat pembangunan. Karena itu, menurutnya, penataan kawasan sangat penting agar lahan pertanian tetap terjaga dan tidak bercampur dengan kawasan industri.
“Tujuannya untuk intensifikasi peningkatan tonase, karena hamparan sawah tidak bisa kita tambah, justru yang ada semakin berkurang. Indramayu sudah memiliki LP2B sekitar 86 ribu hektare yang tidak bisa diutak-atik,” tegasnya.
