Ada beberapa pesan dari almarhum yang selalu Asdulah ingat sampai sekarang. Yakni, harus selalu bersyukur, bekerja sesuai aturan dan bekerja harus ikhlas.
“Beliau berpesan agar bekerja di pemerintah jangan atas iming-iming mencari uang. Karena sebagai pegawai atau PNS sudah dapat gaji. Harus selalu bersyukur serta ikhlas,” kenangnya.
Di akhir pembicaraan, selain punya hubungan kekerabatan, H Asdulah menyebut almarhum Sekda Joni adalah sosok yang tegas dan disiplin. Sebagai figur pimpinan dan orang tua, banyak jasa dan kenangan baik yang sampai sekarang dirasakan manfaatnya.
“Beliau di mata saya selaku pimpinan dan orang tua serta saudara yang selalu mengingatkan kepada kejujuran, kebaikan dan harus banyak bersilaturahmi dengan sesama. Makanya Pak Joni sampai pensiunnya tetap menjaga silaturahmi dengan semua pihak. Contoh ada yang meninggal pasti dia takjiah. Ada yang hajatan pasti hadir kalau diundang. Ada yang sakit pasti menengok. Pokoknya tidak ada pejabat mantan sekda seperti beliau,” paparnya.
Kesan yang ditinggalkan sosok almarhum Sekda Joni tidak hanya menginspirasi para mantan anak buahnya di lingkup Pemkab Cirebon. Kesan mendalam terhadap almarhum juga dirasakan oleh tetangganya, Dr Muhammadun, SHI MSi.
Kepada Radar, pria yang akrab disapa Ustad Madun menyebut dalam kurun waktu sekitar 8 tahun setelah pension, almarhum dikenal sebagai sosok yang sangat religius. Hal tersebut terlihat dari kebiasannya yang selalu salat berjamaah baik di musala maupun di masjid di lingkungan tempat tinggalnya.
“Kami melihat sosok almarhum adalah orang yang sangat peduli terhadap pendidikan, khususnya pendidikan agama. Hal ini bisa dilihat dengan keaktifan beliau mengikuti pengajian tafsir setiap habis Subuh tanpa ada libur, meskipun hari Jumat,” bebernya.
Diterangkan Ustad Madun, almarhum bahkan mencatat dengan rapi semua keterangan yang disampaikan oleh ustad yang mengajar tafsir. Tidak hanya keterangan yang berkaitan dengan tafsir Alquran, saja tapi semua penjelasan-penjelasan dan yang berkaitan dengan pemahaman tafsir.
“Beliau catat dan dokumentasikan secara tertib dalam buku. Sampai detik menjelang wafat minimal ada 25 buku yang berisi tulisan tangan beliau. Isinya Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Munir dan Tafsir Baidhawi. Sangat jarang bisa menemukan sosok seperti beliau,”jelasnya.
Sosok Tegas dan Penuh Teladan
