Lalu bagaimana dengan kondisi anak-anak yang sudah terlalu lama belajar di rumah, dan justru diketahui malah banyak bermain gadget, menurut Bupati kondisi ini harus menjadi tanggung jawab bersama. Karena anak-anak itu sedang berlangsung pembelajarannya di rumah masing-masing.
“Punten, kepada orang tua, wali, keluarga, saya titipkan itu, untuk supaya anak-anak patuh. Saya menyaksikan di beberapa sekolah, dengan pengetatan proses belajar mengajar dengan daring, bisa berlangsung dengan baik. Kewajiban anak-anak menggunakan seragam walaupun tidak berangkat ke sekolah itu diterapkan. Itu salah satu bukti,” ucapnya.
Maka dari itu, bupati mengimbau kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan seluruh pemangku kebijakan di bidang pendidikan di Kuningan, untuk sementara agar tetap menerapkan sistem pembelajaran secara daring.
“Walaupun di rumah, anak-anak pada saat jam sekolah wajib hadir di belakang alat pendukung, HP, laptop, komputer, dan lain sebagainya, dengan berseragam sesuai dengan sekolah masing-masing. Lalu (kepada Disdikbud) titipkan, sampaikan kepada keluarganya secara baik-baik bahwa proses pembelajaran sudah tahap ini, tahap ini dan seterusnya,” imbau Bupati. (muh)
Bupati Kuningan Minta Ortu Intens Bimbing Anak di Rumah
