MAJALENGKA – Kondisi bangunan SDN Gandawesi 2 di Desa Gandawesi, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial (medsos). Sekolah yang bersebelahan dengan gedung SPPG tersebut menuai beragam tanggapan dari masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (13/4/2026), kondisi fisik sekolah terlihat memprihatinkan. Sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan, seperti dinding retak, lantai keramik pecah, hingga kusen yang mulai lapuk. Pagar sekolah juga tampak miring dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa.
SDN Gandawesi 2 memiliki delapan ruangan yang terdiri dari enam ruang kelas, satu ruang guru, dan satu gudang. Dari enam ruang kelas, tiga di antaranya kelas 4, 5, dan 6 mengalami kerusakan cukup parah. Sementara tiga ruang lainnya telah direhabilitasi pada 2019.
Baca Juga:Teja Paku Alam Prioritaskan Persib Juara Ketimbang Pecahkan Rekor PribadiCalmara Cafe Kuningan: Kombinasi Menu Kekinian, Menginap di Sawah, dan Ruang Kerja Fleksibel
Sekolah ini menampung 103 siswa, terdiri dari 51 siswa laki-laki dan 52 siswa perempuan. Namun, kondisi sarana dan prasarana yang kurang memadai menjadi perhatian berbagai pihak.
Kepala SDN Gandawesi 2, Nina Sophia Agustina, yang mulai menjabat sejak 9 Maret 2026, menyikapi viralnya kondisi sekolah secara positif. Ia menilai sorotan publik dapat menjadi momentum untuk mempercepat perhatian pemerintah.
“Saya mengambil sisi positifnya. Karena berdampingan dengan bangunan yang baru, perbandingannya terlihat mencolok,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengajuan rehabilitasi telah dilakukan sebelum dirinya menjabat. Bahkan, menjelang libur Lebaran, tim dari dinas terkait telah melakukan pengukuran terhadap tiga ruang kelas yang rusak.
“Perhatian dari dinas sudah ada, tinggal tindak lanjutnya. Saya baru di sini, tetapi proses pengajuan sudah berjalan sebelumnya,” kata Nina.
Menurutnya, pihak sekolah juga telah menerima komunikasi dari kementerian terkait. Dalam waktu dekat, tim dari pusat dijadwalkan turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi data.
“Tadi pagi saya dihubungi pihak kementerian untuk menyiapkan data karena kemungkinan akan ada tim yang datang,” ujarnya.
Baca Juga:Bojan Hodak Puji Kegigihan Anak Asuhnya Usai Persib Taklukkan Bali UnitedNekat Ikuti Tren Internet, Warga Kuningan Berakhir di Damkar Tengah Malam
Selain itu, dinas di tingkat kabupaten juga meminta sekolah bersiaga untuk menindaklanjuti komunikasi dari pemerintah pusat.
Nina menyebutkan, rencana penanganan tidak hanya sebatas rehabilitasi, tetapi berpotensi ditingkatkan menjadi revitalisasi menyeluruh terhadap tiga ruang kelas yang rusak.
