RADARCIREBON.ID – Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon mulai mengantisipasi potensi dampak fenomena El Nino yang diprediksi cukup ekstrem atau kerap disebut “Godzilla El Nino”. Salah satu langkah utama yang didorong adalah mempercepat masa tanam.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Dr Deni Nurcahya ST MSi mengatakan, percepatan tanam menjadi strategi penting agar petani tidak terdampak saat puncak kekeringan terjadi.
“Petani kami minta sedini mungkin melakukan penanaman. Harapannya, ketika El Nino mencapai puncak, tanaman sudah memasuki masa panen,” ujarnya.
Baca Juga:Pembongkaran Jembatan Kalibaru Berpotensi Langgar UU MTsN 2 Gelar Tes Kemampuan Akademik
Dijelaskan Deni, El Nino berpotensi menurunkan curah hujan secara signifikan sehingga berdampak pada ketersediaan air untuk sektor pertanian. Jika masa tanam terlambat, risiko gagal panen akan semakin tinggi.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, Dinas Pertanian juga menyiapkan program pompanisasi air tanah.
Program ini akan dimanfaatkan sebagai sumber irigasi alternatif saat debit air permukaan mulai menurun.
“Pompanisasi kami siapkan untuk membantu pengairan, terutama ketika sumber air permukaan berkurang,” jelasnya.
Di sisi lain, kondisi pertanian di Kabupaten Cirebon saat ini dinilai belum optimal. Produktivitas lahan masih terbatas, khususnya dari sisi intensitas panen.
Deni mengungkapkan, hanya sebagian kecil lahan yang mampu panen hingga tiga kali dalam setahun.
Mayoritas lahan pertanian hanya panen dua kali, bahkan ada yang hanya sekali dalam setahun.
Baca Juga:Cinofest 2026 Jadi Wadah Kolaborasi Inovasi, Pemkab Cirebon Bidik Dampak EkonomiKorlantas Polri Dukung Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah, KTP Pemilik Lama Tak Lagi Wajib
Kondisi tersebut membuat sektor pertanian semakin rentan terhadap perubahan iklim ekstrem seperti El Nino. Karena itu, ia mengimbau petani untuk lebih adaptif terhadap perubahan pola musim.
“Ini soal strategi bertani. Kalau kita bisa membaca musim lebih cepat, dampaknya bisa ditekan,” pungkasnya. (den)
