Sekolah Rakyat Harus Adaptif dan Profesional

Sekolah Rakyat Harus Adaptif dan Profesional
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan Sekolah Rakyat harus adaptif dan profesional. Foto: Ist
0 Komentar

Namun, kepala sekolah dan guru diminta bijak untuk selalu mengawasi penggunaan internet dan perangkat digital siswa.

“Saya ingatkan tegas, laptop jangan boleh dibawa keluar kelas, laptop harus ditinggal di kelas tidak boleh dibawa ke asrama dan pastikan internetnya sudah dikunci,” kata Gus Ipul.

Langkah disiplin itu diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang aman, fokus, dan produktif bagi seluruh siswa Sekolah Rakyat.

Baca Juga:Sengketa Tanah Kembali Mengemuka, Saling Klaim Warga Margasari dan TNI ADSebanyak 441 Calhaj Kloter 5 Kabupaten Cirebon Resmi Dilepas, 25 April 2026 Terbang dari Kertajati

Sementara itu, salah satu peserta, Kepala SRMP 1 Deli Serdang Reni Lasmana Sinaga, mengungkapkan rasa terima kasih di hadapan Gus Ipul atas kesempatan yang diberikan untuk mengabdi di Sekolah Rakyat. “Terima kasih, Kemensos sudah memberikan kesempatan untuk saya berkarir dan berkembang untuk Indonesia,” ujar Reni, di laman Kemensos.

Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul secara resmi membuka pelatihan dan menyematkan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta, yakni Kepala SRMP 2 Medan Maragoti dan Guru SRMA 29 Jayapura Nureka.

Hadir dalam acara tersebut, Sekjen Kemensos Robben Rico, Dirjen Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, Plt Inspektur Jenderal Kemensos Dody Sukmono, jajaran Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri Sosial, serta para pejabat pimpinan tinggi pratama.

Hadir pula dari Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Joko Purnama, Pengembang Kurikulum Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen Prayoga Rendra serta Kepala Sekolah SMA Labs School Kebayoran Suparno. (rc)

0 Komentar