Seperti diketahui, kasus pembunuhan sadis pada satu keluarga di Kelurahan Paoman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, tersebut terjadi pada akhir bulan Agustus 2025. Sementara jenazah para korban ditemukan pada Senin, 1 September 2025.
Kelima korban adalah H Sahroni (75), anaknya bernama Budi Awaludin (45), Euis Juwita Sari (37) istri Budi, serta Ratu Khairunnisa (7 tahun), dan Bella (10 bulan) cucu Sahroni atau anak dari Budi dan Euis. Kelima jenazah ditemukan di dalam tanah atau ditimbun di halaman rumah.
Pada Selasa, 9 September 2025, Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan dihadirkan pada ekspose di Mapolda Jawa Barat. Dari ekspose itu diketahui bahwa Ririn kenal dengan korban Budi Awaludin. Polisi menyebut keduanya pernah kerja di sebuah bank di Indramayu dan beberapa kali terlibat kerja sama bisnis.
Baca Juga:Skandal Cinta Wakil Ketua DPRD, Qorib: Nonaktifkan Dulu sampai Kasusnya Terang-benderangKasus Selingkuh Istri Kuwu Kedungjaya, Hasan: Klien Kami Ajukan Gugatan karena Sering Terjadi Perselisihan
Terkait pembunuhan, dalam konferensi pers tersebut polisi menyebut peristiwa itu terencana, dilandasi sakit hati Ririn kepada Budi Awaludin. Disebutkan, Ririn berencana sewa mobil milik Budi. Ia memberikan uang sewa kurang lebih Rp750 ribu. Pada 27 Agustus 2025, Ririn ke rumah Budi untuk mengambil kendaraan jenis Avanza tersebut.
Tapi ternyata kendaraannya itu sedang mogok atau tak bisa digunakan. Ririn lalu meminta uangnya kembali, tapi korban mengatakan sudah terpakai. Ririn pun dendam dan mengajak Priyo menghabisi Budi sekaligus menarget harta benda korban.
Masih dalam konferensi pers itu, polisi menyebut Ririn mengiming-imingi Priyo dengan uang senilai Rp100 juta agar mau bekerjasama menghabisi korban. Lalu pada Kamis sore, 28 Agustus 2025, Ririn menghubungi korban Budi dan mengatakan akan berkunjung ke rumah dengan temannya untuk tujuan membicarakan bisnis jual beli minyak.
Malam harinya pukul 23.00 WIB, Ririn dan Priyo tiba di rumah korban di Jl Siliwangi Nomor 52, Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu. Mereka akhirnya bertemu Budi Awaludin dan pura-pura membicarakan bisnis jual beli minyak.
Keduanya disebut sudah menyiapkan pipa besi di dalam tas. Berganti hari, yakni Jumat dini hari, 29 Agustus 2025 mulai sekitar pukul 01.00 WIB, Ririn dan Priyo memulai aksi tersebut; menghabisi kelima korban. (oni)
