Dorong Ekspansi UMKM, Pemkab Kuningan Gelar Fasilitasi Sertifikasi Pangan Skala Rumah Tangga

Dorong Ekspansi UMKM, Pemkab Kuningan Gelar Fasilitasi Sertifikasi Pangan Skala Rumah Tangga
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyoroti ketahanan UMKM.
0 Komentar

KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan kembali menggenjot sektor ekonomi akar rumput dengan fokus pada penguatan aspek legalitas dan mutu produk dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), utamanya yang bergerak di bidang pangan olahan rumah tangga.

Upaya ini diwujudkan melalui program Pelatihan dan Pendampingan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) yang resmi dimulai pada tahun 2026. Acara pembukaan berlangsung di Wisma Permata, Kompleks Stadion Mashud Wisnusaputra, Selasa (5/5/2026), dan dibuka langsung oleh Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar.

Dalam amanatnya, Bupati menyoroti ketahanan UMKM yang terbukti kokoh menghadapi guncangan global, termasuk saat pandemi COVID-19. Menurutnya, sektor ini menjadi tulang punggung perekonomian lokal karena mampu menyerap banyak tenaga kerja dan menjaga stabilitas daerah.

Baca Juga:Hati-Hati di Gerbang Digital: BPSK Kuningan Soroti Lonjakan Belanja Online, Minta Masyarakat Tak Asal KlikDesa Binaan UMC Raih Juara Harapan Satu Kampung KB Tingkat Jawa Barat

“UMKM adalah denyut nadi ekonomi Kuningan. Karena itu, kita harus terus memacu mereka untuk naik kelas agar bisa bersaing,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa status legalitas bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan syarat mutlak. Dengan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi seperti SPP-IRT, kepercayaan konsumen akan meningkat drastis. Selain itu, pintu masuk ke jaringan ritel modern pun terbuka lebar.

“Ibaratnya, legalitas ini seperti senjata pamungkas bagi pelaku usaha. Tanpa itu, sulit bagi mereka untuk melesat. Namun dengan legalitas, produk mendapat nilai tambah dan diterima di pasaran,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan pentingnya higienitas dan standar keamanan pangan. Produk yang tak layak konsumen tidak hanya merugikan pembeli, tetapi juga bisa mematikan usaha itu sendiri. Ia mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius, bukan hanya formalitas.

“Target kita bukan hanya UMKM yang bertahan, tapi UMKM Kuningan yang benar-benar melesat dan berkembang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian Kuningan, Toni Kusumanto, merinci bahwa kegiatan ini diikuti oleh 300 pelaku UMKM. Mereka terbagi dalam tiga gelombang dengan masing-masing 100 orang peserta.

Durasi pelatihan dua hari per angkatan, menghadirkan pemateri dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan serta praktisi bisnis dan manajemen industri.

Baca Juga:Pencarian Warga Hilang di Ragawacana Diperkuat, Tim Gabungan Matangkan StrategiBPBD Gandeng Paguyuban Silihwangi Simulasi Karhutla

“Program ini bertujuan membekali pelaku usaha dengan pemahaman tentang standar keamanan pangan sekaligus mengantar mereka meraih sertifikat SPP-IRT. Dengan begitu, produk mereka lebih kompetitif,” jelas Toni.

0 Komentar