Bank Sampah Karyamulya Perluas Subunit di Lingkungan Pendidikan Bersama Dengan Mahasiswa ISIF Cirebon

berkasih karyamulya cirebon
Bank Sampah Karyamulya Perluas Subunit di Lingkungan Pendidikan Bersama Dengan Mahasiswa ISIF Cirebon. Foto: Desti Viandari Rossa/Radar Cirebon.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Program pengelolaan sampah yang dijalankan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Karyamulya terus menunjukkan perkembangan.

Salah satu langkah terbarunya adalah menuntun mahasiswa melalui kerja sama dengan Institut Studi Islam Fahmina (ISIF).

Keterlibatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas kesadaran dan partisipasi masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.

Baca Juga:Dorong Ekspansi UMKM, Pemkab Kuningan Gelar Fasilitasi Sertifikasi Pangan Skala Rumah TanggaBaznas Salurkan Bantuan Rp160 Juta kepada 1.143 Penerima Manfaat

Ketua LPM Karyamulya, Muhammad Yani, menjelaskan bahwa dirinya juga memiliki peran sebagai pengawas di Bank Sampah Berkasih.

Yani turut aktif dalam mendorong pengembangan program, termasuk pembentukan unit dan subunit bank sampah di berbagai wilayah, mulai dari tingkat RW hingga institusi pendidikan.

Kerja sama dengan ISIF bermula dari inisiatif pihak kampus yang ingin menghadirkan sosialisasi terkait pengelolaan sampah.

Pihak rektor kemudian menghubungi Bank Sampah Berkasi untuk memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa melalui kegiatan sosialisasi.

Kegiatan tersebut sukses mendapat respons positif, terlihat dari hampir semua mahasiswa ISIF banyak yang hadir dalam kegiatan.

Disamping itu juga Rektor ISIF, Marzuki Wahid, hadir dalam kegiatan tersebut sehingga subunit Bank Sampah di ISIF bisa langsung terbentuk.

“Alhamdulillah pada malam ini semuanya hampir ya mahasiswa itu banyak yang hadir, kemudian Pak Rektornya juga hadir, sehingga bisa langsung terbentuk subunit Bank Sampah di ISIF,” ungkapnya.

Baca Juga:Wawali Fasilitasi Pedagang Bunga Akses PembiayaanTekan KLB! Dinkes Cirebon Genjot Imunisasi Campak untuk 12 Ribu Balita di 7 Kecamatan

Dengan terbentuknya subunit tersebut, diharapkan seluruh elemen di lingkungan ISIF dapat berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah.

Tidak hanya sebatas teori, mahasiswa juga didorong untuk terlibat langsung dalam praktik pengelolaan sampah, baik di lingkungan kampus maupun di wilayah sekitar Kelurahan Karyamulya.

Keberadaan subunit ini nantinya akan dikelola oleh pengurus yang telah dibentuk di lingkungan kampus.

Mereka akan bekerja dan bertanggung jawab dalam mengatur sistem pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan sampah secara berkelanjutan.

Sementara itu, untuk cakupan wilayah, program Bank Sampah Berkasih di Kelurahan Karyamulya saat ini sudah melibatkan enam RW.

Wilayah tersebut meliputi RW 4, RW 5, RW 10, RW 11, dan RW 13. Adapun untuk lingkungan ISIF sendiri masuk dalam wilayah RW 14, meskipun berbasis pendidikan.

Meski belum mencakup seluruh wilayah, langkah ini dinilai sebagai awal yang cukup baik dalam membangun kesadaran untuk bersama-sama terhadap pentingnya pengelolaan sampah.

0 Komentar