Relawan Prihatin dan Kecewa, KNPI Ingatkan Pentingnya Kekompakan

Wali Kota Bantah Wawali
Wali Kota Cirebon Effendi Edo angkat bicara terkait tidak dilibatkannya Wakil Wali Kota (Wawali) Siti Farida Rosmawati pada sejumlah kebijakan strategis
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Keretakan komunikasi antara Wali Kota Cirebon Effendi Edo dengan Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati membuat relawan yang ikut berjuang pada pilkada lalu prihatin sekaligus kecewa. Di satu sisi, KNPI juga menyerukan pentingnya kekompakan wali kota dan wawali agar roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan efektif.

Dari relawan, seperti disampaikan Pembina Relawan Perempuan Idola, Jafarudin. Kepada media, Jafarudin menyampaikan kekecewaan atas dinamika politik yang berkembang di Balai Kota Cirebon. Ia mengaku telah menerima banyak keluhan dari relawan, khususnya dari kalangan perempuan pendukung Siti Farida Rosmawati.

Para relawan menyoroti beberapa isu krusial yang dianggap mengganggu jalannya roda pemerintahan. Di antaranya, kurangnya komunikasi. Hal ini dibuktikan dengan adanya pernyataan dari wakil wali kota yang merasa tidak dilibatkan dalam proses diskusi dan pengambilan kebijakan-kebijakan strategis.

Baca Juga:Kementerian Agama (Kemenag) Membuka Jalur Strategis, Santri Bisa Kuliah S1-S2 Lebih SingkatWawali Cirebon Merasa Dipinggirkan, Tak Dilibatkan Dalam Perekrutan Dewas dan Direksi BUMD

Setelah hampir dua tahun menjabat, kata Jafarudin, relawan Perempuan Idola menilai perkembangan visi dan misi yang dijanjikan saat kampanye pada pilkada lalu belum menunjukkan progres signifikan. Saat bersamaan, jutsru muncul ketidakharmonisan di Balai Kota.

Menurut Jafarudin, kondisi ini memicu keprihatinan dan kekecewaan para relawan karena merasa pasangan yang mereka pilih tidak lagi berjalan beriringan. Lanjut Jafarudin, relawan Perempuan Idola telah merumuskan beberapa poin pernyataan sikap yang akan disampaikan secara resmi.

“Kami sebagai relawan merasa sangat prihatin dan miris melihat kondisi ini. Kami memilih pasangan ini dengan harapan besar, namun jika komunikasi saja tidak berjalan baik, bagaimana kebijakan untuk rakyat bisa maksimal,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Pihaknya pun meminta kepada wali kota untuk secara aktif melibatkan wakil wali kota dalam pengambilan kebijakan publik bagi masyarakat. “Hentikan politik satu pintu. Relawan mendesak agar praktik politik one man show atau kebijakan satu pintu dihentikan guna menciptakan pemerintahan yang lebih inklusif,” tegasnya.

Jafarudin berharap Wali Kota Effendi Edo segera merespons keprihatinan dan kekecewaan para relawan ini. “Semua ini kami sampaikan demi menjaga stabilitas pemerintahan dan kepentingan masyarakat Kota Cirebon,” tegasnya.

0 Komentar