“Penguatan kualitas biji kopi juga dilakukan melalui pelatihan roasting dan cupping specialty coffee, pengembangan branding dan kemasan, digitalisasi pemasaran, business matching, hingga fasilitasi promosi pada berbagai event nasional maupun internasional,” tuturnya.
Dalam perjalanannya, Merta Coffee juga menjadi bagian dari Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Buana Ciremai sebagai upaya menjaga identitas dan kualitas kopi Arabika kawasan Gunung Ciremai dan Cakrabuana melalui skema Indikasi Geografis.
Sebab, kopi bukan sekadar produk dagang, tetapi warisan rasa yang membawa identitas sebuah daerah. Merta Coffee hadir sebagai representasi kopi Gunung Ciremai dengan karakter rasa dan acidity khas yang melekat bagi para penikmatnya.
Baca Juga:Genjot Sertifikasi Halal UMKMPenanganan Rumah Ambruk Lamban dan Tidak Tuntas
Pengembangan yang dilakukan KPw BI Cirebon tidak berhenti pada peningkatan kualitas produk semata. Program tersebut diarahkan untuk menciptakan ekosistem UMKM yang kuat, berdaya saing, dan siap memasuki pasar ekspor.
“Ketika UMKM tumbuh, ekonomi daerah ikut bergerak. Saat ekspor meningkat, devisa negara bertambah dan rupiah menjadi semakin kuat sebagai simbol ketahanan ekonomi bangsa,” ungkapnya.
Berbagai capaian pun mulai terlihat. Pada periode 2024–2026, kopi Arabika Merta Coffee memperoleh nilai cupping score rata-rata masing-masing sebesar 83,25; 83,15; dan 82,92 berdasarkan pengujian 5.758 Coffee Lab, sehingga masuk kategori specialty coffee.
Pada 2025, Merta Coffee tampil dalam ajang World of Coffee Jakarta 2025 melalui booth “Flavors of West Java” untuk memperkenalkan kopi unggulan Jawa Barat kepada buyer dan pelaku industri kopi dunia.
Kini, memasuki 2026, kapasitas produksi terus diperkuat sebagai bagian dari persiapan ekspor internasional. Penguatan kualitas green bean specialty, standardisasi produksi, perluasan jaringan buyer global, hingga peningkatan kapasitas roasting menjadi langkah nyata agar kopi Arabika Karangsari dari MPIG Buana Ciremai semakin dikenal di pasar dunia.
World of Coffee Bangkok 2026 akhirnya bukan hanya tentang menghadirkan kopi Indonesia di meja pameran internasional. Merta Coffee menghadirkan cerita tentang bagaimana sebuah desa kecil di kaki Gunung Ciremai mampu berbicara kepada dunia melalui rasa, kualitas, dan harapan.
Pada akhirnya, kopi terbaik bukan hanya tentang apa yang diminum, tetapi tentang siapa yang menanamnya, bagaimana ia diperjuangkan, dan untuk siapa harapan itu tumbuh.
