Terobosan Kabupaten Sumedang, Orang Tua Bisa Pantau menu MBG Secara Online

Orang Tua Bisa Pantau menu MBG Secara Online
TEROBOSAN: Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat memaparkan tentang digitalisasi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, salah satunya pengawasan terhadap program MBG. Foto: Yuda Sanjaya/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Pemanfaatan teknologi untuk pengawasan benar-benar dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Salah satunya untuk mendorong kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di ruangan command center, Bupati Sumedang Dr H Dony Ahmad Munir memaparkan digitalisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Dari deretan program yang dipaparkan, pengawasan terhadap makan bergizi gratis menjadi yang menarik diulas.

Rasanya, belum ada program semacam ini di daerah lain. Mungkin BGN juga tidak terpikir melakukan mekanisme pengawasan dengan sistem ini. Pemerintah Kabupaten Sumedang melakukan terobosan penting untuk pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga:Pengamat Tentang Retaknya Hubungan Edo-Farida, PKB Didesak Ambil Langkah TegasFatimah: Diamnya Saya Disalahartikan, Bantah Soal Dugaan Skandal Cinta dengan HSG

Lewat pemanfaatan teknologi, command center dan digitalisasi, masyarakat bisa secara real time melakukan pengawasan. “Orang tua bisa tahu setiap hari anaknya makan apa, menunya apa dan kandungan gizinya bagaimana,” kata Bupati Dony Ahmad Munir di Command Center Pemkab Sumedang saat menerima Founder Disway Network dan Menteri BUMN 2011-2014, Dahlan Iskan.

Lewat digitalisasi, tingkat kepercayaan orang tua dan penerima manfaat meningkat. Sehingga program MBG juga berjalan dengan baik. Di program ini, setiap hari satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dan sekolah melakukan upload foto menu makanan yang dibagikan ke siswa.

Lewat Dashboard Command Center yang diakses via Chatbot WhatsApp, orang tua bisa mengakses menu mengenai MBG ini. “Jadi ini adalah pengawasan bersama. Sama-sama saling mengawasi dan semuanya transparan. Dengan transparansi ini, orang tua tenang, penerima manfaat juga senang. Karena SPPG juga bersaing menyajikan menu terbaik,” terangnya.

Bagi pemerintah daerah, dashboard ini membantu untuk melihat data realisasi SPPG, siswa penerima manfaat hingga pencapaian secara keseluruhan. “Sumedang kini mencapai 86,62 persen dari tingkat pencapaian realisasi penerima manfaat MBG,” paparnya.

Adanya digitalisasi, membuat semuanya menjadi mudah dan sangat transparan. Sumedang, kata Dony, telah membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi solusi untuk pengawasan.

“Setiap orang Sumedang di manapun bisa melihat menu makanan hingga kandungan gizi yang dikonsumsi anaknya. Ini program Presiden Prabowo dan kita wajib melaksanakan agar bisa berhasil dengan baik,” bebernya.

0 Komentar