Tak ingin kejadian serupa kembali terulang, Pemerintah Desa Jatibarang Baru membentuk petugas piket yang secara rutin bergerak memantau situasi di setiap sudut desa, terutama di titik-titik yang dianggap rawan menjadi tempat berkumpulnya remaja atau pelajar.
“Pemdes selalu mobile setiap siang, sore, dan malam hari untuk memonitor situasi wilayah agar tercipta Jatibarang yang aman dan kondusif. Orang tua juga jangan lengah dalam mengawasi pergaulan anak-anaknya,” jelas Abdul.
Insiden tawuran di Jalan Pantura Jatibarang Baru, tepatnya di Jembatan Cimanuk, yang terjadi pada Senin (4/5/2026) petang itu menewaskan salah satu pelajar SMP berinisial F. Peristiwa tersebut mendapat respons cepat dari jajaran Polres Indramayu.
Baca Juga:Guru Swasta di Indramayu Mengadu ke DPRD, Minta Perhatian Pemerintah soal KesejahteraanTerkait Perubahan Susunan Perangkat Daerah, DPRD Indramayu Bentuk Pansus
Dalam kasus ini, Polres Indramayu telah mengamankan tujuh pelajar yang masing-masing berinisial R, W, A, N, H, RM, dan HK.
“Tawuran tersebut sudah direncanakan melalui grup WhatsApp oleh dua kelompok pelajar. Mereka sepakat bertemu untuk duel dua lawan dua menggunakan senjata tajam,” terang Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Mochammad Arwin.
Arwin menjelaskan, peristiwa tawuran itu bermula dari salah satu tersangka berinisial NH yang merupakan anggota kelompok Karena Jepang. NH menghubungi rekan-rekannya untuk bersiap melakukan pertarungan melawan kelompok lain bernama Barat.
“NH menunjuk korban F dan RM sebagai perwakilan kelompok untuk maju lebih dahulu. Keduanya menggunakan senjata tajam dan siap melawan dua pelajar dari pihak lawan,” tuturnya.
Peristiwa nahas terjadi saat senjata tajam yang digunakan korban F terjatuh. Korban kemudian berlari hendak kembali ke kelompoknya, namun terkena sabetan senjata tajam dari pihak lawan pada bagian leher hingga tersungkur dengan luka parah.
“Korban sempat dilarikan ke RS Zam-Zam, namun nyawanya tidak tertolong. Tujuh pelajar yang diamankan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh petugas,” kata Arwin. (oni)
