CIREBON – Perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat menuntut siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan beradaptasi, berpikir kreatif, dan membangun mental kewirausahaan sejak dini.
Kondisi itu menjadi perhatian PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Mengajar yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-27 PNM. Lewat program bertajuk “Berkelana: Belajar Kewirausahaan, Literasi Kesehatan, dan Dampak Keberlanjutan”, PNM menjangkau sekitar 2.700 siswa SMK di berbagai daerah di Indonesia.
Program tersebut menghadirkan para perwakilan PNM untuk berbagi pengalaman dan wawasan mengenai perkembangan dunia usaha, pentingnya pola pikir kewirausahaan di era digital, hingga kesadaran terhadap kesehatan mental dan isu keberlanjutan.
Baca Juga:Perkuat Implementasi Kerjasama Internasional, Jurusan BSA UINSSC Gelar Seminar Bersama ICESCO dan UIS MalaysiaMercy Putri Cantika Raih Emas Bulutangkis Nasional Muhammadiyah Games 2026
Di tengah perkembangan industri dan teknologi yang terus berubah, siswa SMK dinilai menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Mereka dituntut siap memasuki dunia kerja, tetapi pada saat yang sama juga harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Tidak semua siswa memiliki kesempatan mengenal dunia profesional secara langsung. Bagi sebagian pelajar, terutama di daerah, akses terhadap wawasan industri, motivasi karier, dan pengalaman praktis masih terbatas. Akibatnya, terdapat jarak antara materi yang dipelajari di sekolah dengan kebutuhan nyata di lapangan kerja.
Kepala SMK Wahidin Kota Cirebon Sopudin mengapresiasi kepedulian PNM terhadap masa depan siswa SMK. Menurut dia, kegiatan tersebut membuka ruang bagi siswa untuk mengenal dunia kewirausahaan lebih dekat sejak masih duduk di bangku sekolah.
“Program yang dilakukan PNM menjadi jalan bagi siswa untuk mendapatkan wawasan baru dan belajar tentang kewirausahaan sejak dini,” ujar Sopudin.
Melalui kegiatan itu, kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia usaha diharapkan dapat semakin memperkuat kesiapan siswa SMK menghadapi perubahan zaman. Tantangan lulusan SMK saat ini bukan semata mencari pekerjaan, melainkan juga membangun kemampuan untuk terus berkembang dan beradaptasi di tengah dinamika dunia kerja.
