Matangkan Seleksi Sekolah Maung, Infrastruktur Aplikasi dan Perangkat Komputer Dipastikan Rampung Hari Ini

Matangkan Seleksi Sekolah Maung
SMAN 2 Cirebon mematangkan persiapan teknis jelang pembukaan pendaftaran sistem Sekolah Maung (Manusia Unggul). Foto: Ist
0 Komentar

​Dampak dari pembatasan sistem ini terlihat jelas dalam regulasi makro yang diterbitkan oleh pemerintah provinsi. Aturan baku tidak mencantumkan adanya kanal perpindahan langsung dari peserta gagal Sekolah Maung menuju skema PCMB. Jalur penyelamatan bagi siswa yang tereliminasi dari SMAN 2 Cirebon dialihkan langsung ke pendaftaran SPMB Reguler Tahap 1 dan Tahap 2, atau memanfaatkan skema Sekolah Swasta Kerjasama (SSK).

​Melihat ketatnya saringan sistem, para orang tua diimbau untuk bersikap realistis dalam mengukur potensi akademik anak secara mandiri. Ambang batas minimal nilai rapor untuk rumpun sains dan matematika pada Sekolah Maung dipatok pada angka akumulatif 85.

Persyaratan tersebut masih ditambah dengan bobot nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebesar 60 persen. Memaksakan anak yang tidak memenuhi standar kualifikasi dinilai merugikan karena dapat mematikan hak perlindungan jaminan sekolah negeri melalui program PCMB.

Baca Juga:Kuasa Hukum Minta Jaksa Perdalam Fakta Persidangan Terkait Pinjaman ke Bank CirebonCerita Seorang Ibu yang Habis-habisan demi Bebaskan Anak dari Hukum, Sudah Bayar Rp50 Juta Tapi Masih Ditahan

Pada kesempatan yang sama, Kepala SMAN 2 Cirebon Dr H Nendi SPd MM menegaskan bahwa sebagai pelaksana teknis di lapangan, pihaknya bergerak penuh mengikuti perintah juknis elektronik provinsi. Kesiapan operator dan sistem komputer di SMAN 2 Cirebon telah dikunci untuk menyaring dokumen digital terbaik tanpa toleransi keterlambatan berkas. “Sistem penerimaan siswa baru setiap tahun itu sesuatu yang biasa secara periodik. Jadi secara sistem sebetulnya kita sudah siap,” tegas Nendi.

Mengenai pembatasan kuota dan penguncian akun, ia mengatakan itu merupakan otoritas penuh sistem aplikasi terpusat di Bandung, sehingga satuan pendidikan di daerah hanya bertugas melakukan validasi data faktual yang lolos verifikasi awal.

​Sistem pendaftaran satu pintu ini juga membatasi pilihan siswa hanya pada satu sekolah Maung saja di seluruh wilayah Jawa Barat.

Tidak ada opsi pilihan sekolah cadangan dalam formulir elektronik tersebut. Kondisi ini menuntut akurasi tingkat tinggi sejak hari pertama pendaftaran dibuka. Pengawasan ketat akan diberlakukan guna memastikan tidak ada manipulasi data sertifikat prestasi atau pemalsuan dokumen hasil tes IQ selama fase verifikasi berkas berlangsung. (ade)

0 Komentar