CIREBON – Dalam rangka memperingati HUT ke-27, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menghadirkan program bertajuk RE3 FOR-E atau Reduce, Re-love, Restyle for Environment, Economy, Empowerment, and Education. Program ini menggabungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan pakaian layak pakai dan donasi buku anak.
Mengusung tema “Dari yang Tak Terpakai, Ada Dampak yang Terus Tumbuh”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian HUT PNM ke-27 yang diperingati setiap 1 Juni, sekaligus ajakan kepada seluruh insan PNM untuk memanfaatkan kembali barang-barang yang tidak terpakai agar memiliki nilai guna baru bagi masyarakat.
Pemimpin Cabang PNM Cirebon, Erwin Syafriadi, mengatakan kesadaran terhadap lingkungan kini menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menyikapi pakaian yang sudah tidak digunakan. Menurutnya, meningkatnya tren konsumsi tekstil dan fast fashion turut berdampak pada tingginya limbah pakaian di dunia.
Baca Juga:Mata Kuliah Lapangan di Kaduela & Cibuntu, Mahasiswa IPT Dorong Pariwisata Berkelanjutan di KuninganJurusan BSA UINSSC Hadirkan Akademisi Malaysia dalam Program Guest Lecturer Internasional
“Melalui semangat RE3 FOR-E, PNM menghadirkan gerakan sederhana yang menghubungkan kepedulian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi. Pakaian layak pakai yang tidak digunakan masih dapat memiliki nilai baru apabila dikelola dengan pendekatan yang tepat,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (25/5/2026).
Berdasarkan data United Nations Environment Programme (UNEP) tahun 2025, sekitar 92 juta ton limbah tekstil dihasilkan secara global setiap tahunnya. Kondisi tersebut menjadi perhatian PNM untuk menghadirkan gerakan yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, secara nasional PNM berhasil menghimpun sekitar 17 ton pakaian layak pakai dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk donasi dari wilayah kerja PNM Cabang Cirebon. Selanjutnya, ratusan nasabah PNM Mekaar yang memiliki usaha laundry turut diberdayakan untuk mencuci dan merapikan pakaian donasi sebelum disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan.
Tercatat lebih dari 270 nasabah usaha laundry dilibatkan dalam program tersebut. Keterlibatan mereka tidak hanya membantu proses pengelolaan pakaian donasi, tetapi juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi pelaku usaha ultra mikro binaan PNM.
Selain donasi pakaian, PNM Cirebon juga menyalurkan buku anak-anak ke Ruang Pintar PNM Kasih Sayang dan Al Hijrah sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan dan literasi anak-anak di wilayah pemberdayaan. PNM berharap program RE3 FOR-E dapat menjadi ruang kolaborasi yang terus menumbuhkan kepedulian lingkungan, memperkuat ekonomi nasabah, sekaligus memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak.
