Format baru turnamen juga dianggap menjadi faktor lain yang memengaruhi. Dengan pertandingan yang tersebar di banyak kota, para pendukung harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mengikuti perjalanan tim favorit mereka dari satu stadion ke stadion lainnya.
Jarak antarkota yang cukup jauh membuat pengeluaran transportasi meningkat dibanding edisi sebelumnya yang biasanya lebih terpusat di satu negara sehingga mobilitas suporter lebih mudah.
Meski menghadapi kondisi tersebut, FIFA tetap optimistis antusiasme penonton akan meningkat menjelang hari pertandingan.
Baca Juga:Hidupkan UMKM di Indramayu, Pemkab Perluas Area CFNModernisasi Pertanian di Indramayu, Sistem PM-AAS Bisa Hasilkan 10 Ton per Hektare
Presiden FIFA, Gianni Infantino sebelumnya menyatakan kebijakan harga tiket diterapkan untuk menekan praktik percaloan yang kerap menjual tiket dengan harga jauh lebih mahal. Namun demikian, sejumlah pengamat menilai FIFA tetap perlu mempertimbangkan daya beli para suporter. Sebab, tanpa kehadiran penonton dalam jumlah besar, dampak ekonomi yang diharapkan oleh kota-kota tuan rumah dikhawatirkan tidak akan maksimal.
Piala Dunia 2026 memang masih diyakini akan menjadi pesta sepak bola terbesar di dunia. Akan tetapi, tingginya harga tiket, mahalnya biaya perjalanan, serta persoalan visa saat ini menjadi tantangan besar yang tidak bisa diabaikan. (mid)
