Meski demikian, pihaknya tetap berpikiran positif terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, penurunan jumlah hewan kurban di masjid pusat bukan berarti semangat berkurban masyarakat Kota Cirebon menurun.
Ia menilai masyarakat kini cenderung menyalurkan dan menyembelih hewan kurban di lingkungan masing-masing, baik di sekitar tempat tinggal maupun di instansi tempat bekerja. Ahmad Yani berharap At-Taqwa sebagai pusat syiar keagamaan di Kota Cirebon dapat terus bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat.
Ia menegaskan, kemakmuran masjid kebanggaan warga Kota Cirebon dan Jawa Barat itu merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pengurus atau jamaah tertentu. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus memakmurkan dan mensyiarkan masjid melalui pikiran, tenaga, maupun harta.
Baca Juga:STID dan Wajah Baru Pelabuhan Cirebon; Makin Tertib dan Modern, Menjaga Arus Ekonomi Tetap HidupRibuan Bobotoh Rayakan Persib Juara
Selain itu, Ahmad Yani menginformasikan perubahan sistem pengelolaan dan distribusi daging kurban yang telah diterapkan selama tujuh tahun terakhir. At-Taqwa kini tidak lagi membagikan daging kurban secara langsung menggunakan kupon di lokasi masjid.
Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga marwah warga sekaligus menghindari antrean panjang yang dinilai kurang memberikan dampak positif. Sebagai gantinya, panitia mendistribusikan daging kurban secara langsung kepada para mustahik maupun melalui lembaga sosial terkait.
Tahun ini, kapasitas distribusi yang disiapkan berkisar antara 1.000 hingga 2.000 paket daging kurban, menyesuaikan jumlah hewan kurban yang diamanatkan para jamaah. “Melalui sistem yang lebih tertib ini, At-Taqwa berharap syiar ibadah kurban di Kota Cirebon dapat terus meningkat dan berjalan lebih baik dari tahun ke tahun,” pungkasnya. (*)
