Memasuki babak kedua, Chelsea tampil lebih agresif. Gelandang Moises Caicedo hampir mencetak gol melalui sundulan, tetapi berhasil disapu Rodri di garis gawang. Sayangnya, momentum tersebut gagal dimanfaatkan. City justru mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Chelsea di partai final. The Blues kini menelan tujuh kekalahan beruntun di final kompetisi domestik. Situasi tersebut semakin mempertegas kebutuhan perubahan dalam tim.
Manajemen Chelsea dikabarkan tengah menyiapkan pelatih baru, dengan nama Xabi Alonso menjadi kandidat terkuat untuk memimpin proyek kebangkitan klub musim depan.
Baca Juga:Hidupkan UMKM di Indramayu, Pemkab Perluas Area CFNModernisasi Pertanian di Indramayu, Sistem PM-AAS Bisa Hasilkan 10 Ton per Hektare
Bagi Guardiola, trofi ini bukan sekadar gelar tambahan. Dengan persaingan Liga Inggris yang semakin ketat, di mana Arsenal berpeluang besar menjadi juara, Piala FA menjadi pelipur sekaligus bukti konsistensi Manchester City di level tertinggi. Jika benar ini menjadi musim terakhir Guardiola di Etihad, maka ia berpotensi menutup era emasnya dengan cara yang sempurna: trofi dan kenangan manis di Wembley. (mid)
