RADARCIREBON.ID- Kondisi Jalan dr Wahidin Sudirohusodo, salah satu ruas jalan utama di pusat Kota Cirebon, kembali dikeluhkan pengguna jalan. Pantauan di lapangan, menunjukkan kerusakan jalan masih mendominasi di sejumlah titik, baik dari arah Krucuk menuju Jalan dr Cipto Mangunkusumo maupun sebaliknya.
Meski berada di kawasan pusat kota yang menjadi jalur penghubung aktivitas pendidikan, perdagangan, dan jasa, permukaan Jalan Wahidin terlihat jauh dari kata mulus. Aspal mengelupas, tambalan lama yang tidak rata, hingga gelombang pada badan jalan tampak berulang di sepanjang ruas tersebut.
Dari arah Krucuk menuju Jalan dr Cipto, pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas. Beberapa bagian jalan memperlihatkan lapisan aspal yang aus sehingga menyisakan permukaan kasar. Di sejumlah titik lain, tambalan aspal membentuk kontur bergelombang dengan ketinggian yang berbeda-beda.
Baca Juga:IPB Cirebon dan Upaya Perluas Jejaring Global, Bangun Kolaborasi Bersama Perguruan Tinggi ASEANKedisiplinan Jadi Kunci Kelancaran Pemulangan Haji
Saat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, permukaan jalan yang tidak rata itu menimbulkan guncangan cukup terasa. Pengendara sepeda motor terlihat beberapa kali mengurangi kecepatan ketika mendekati bagian jalan yang rusak. Sementara pengemudi mobil cenderung mengambil posisi tertentu untuk menghindari titik kerusakan yang lebih parah.
Suasana lalu lintas pada siang hari relatif lancar. Namun kerusakan jalan tetap terlihat jelas karena membentang pada sebagian besar lajur kendaraan. Beberapa lubang memang telah ditambal, tetapi hasil tambalan justru membentuk permukaan yang bergelombang dan tidak sejajar dengan badan jalan di sekitarnya.
Di ruas lain, lapisan aspal tampak retak-retak dan mengelupas. Kerusakan tidak hanya berada di satu titik, melainkan tersebar di beberapa segmen jalan. Kondisi serupa juga ditemukan pada arah sebaliknya menuju kawasan Krucuk.
Deretan pohon peneduh, trotoar yang tertata, serta lampu jalan yang berdiri di median memberikan kesan kawasan perkotaan yang rapi. Namun pemandangan itu berbanding terbalik dengan kondisi permukaan jalan yang masih dipenuhi bekas tambalan dan gelombang aspal.
Salah seorang warga, Andi (38), mengaku kondisi Jalan Wahidin sudah lama menjadi keluhan pengguna jalan. Menurutnya, kerusakan memang tidak selalu berupa lubang besar, tetapi permukaan yang bergelombang membuat perjalanan menjadi kurang nyaman. “Kalau naik motor terasa sekali. Jalannya naik turun karena bekas tambalan. Apalagi kalau malam atau habis hujan, pengendara harus lebih waspada,” ujarnya kepada Radar Cirebon, kemarin.
