Kades Dukuhdalem Dukung Pabrik Sepatu, Harapkan Dongkrak Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja

Agus panther/radar kuningan 
BANJIR DUKUNGAN: Rencana pembangunan pabrik sepatu oleh investor asal Korea Selatan di Desa Dukuhdalem, Sindangbarang, dan Ciniru mendapat dukungan masyarakat.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Investasi industri manufaktur berskala besar segera hadir di Kabupaten Kuningan. Rencana pembangunan pabrik sepatu di tiga desa mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan masyarakat karena dinilai mampu menciptakan ribuan peluang kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Pabrik yang akan dibangun oleh investor asal Korea Selatan tersebut direncanakan berdiri di wilayah Desa Dukuh Dalem, Kecamatan Japara, serta Desa Sindangbarang dan Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana. Untuk mendukung pembangunan itu, telah disiapkan lahan seluas sekitar 22 hektare.

Kepala Desa Dukuhdalem, Juhari, mengatakan pihaknya menyambut baik masuknya investasi tersebut. Menurutnya, keberadaan pabrik akan menjadi peluang besar bagi kemajuan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:Kuningan Terima Rp10,8 Miliar dari Program Inpres Jalan DaerahGen Z Jadi Sasaran Empuk Radikalisme di Media Sosial, Diskominfo Kuningan Angkat Alarm

“Sebagian lahan di desa kami memang masuk dalam area pembangunan pabrik sepatu. Kami mendukung penuh investasi ini karena diyakini mampu menggerakkan perekonomian desa dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat,” ujar Juhari.

Selain menciptakan lapangan pekerjaan, Pemerintah Desa Dukuhdalem berharap investor dapat turut membangun akses jalan yang menghubungkan kawasan pabrik dengan permukiman warga melalui jalur dari Desa Sindangbarang.

Keberadaan akses tersebut dinilai penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di sekitar kawasan industri.

Juhari menjelaskan, proses pembebasan lahan saat ini masih berlangsung. Para pemilik lahan yang terdampak pembangunan telah menerima pembayaran uang muka (DP), sedangkan pelunasan akan dilakukan sesuai tahapan yang telah disepakati bersama.

Ia menambahkan, koordinasi dengan Pemerintah Desa Sindangbarang dan Desa Ciniru terus dilakukan guna memastikan seluruh tahapan berjalan lancar hingga pembangunan pabrik dapat segera dimulai.

Data yang dihimpun menunjukkan Desa Dukuhdalem menjadi wilayah dengan pembebasan lahan terbesar, yakni sekitar 121.833 meter persegi yang terdiri dari 147 bidang tanah. Sementara di Desa Sindangbarang terdapat 109 bidang dengan luas 67.425 meter persegi, sedangkan di Desa Ciniru sebanyak 33 bidang dengan luas 24.970 meter persegi.

Adapun harga pembebasan lahan bervariasi sesuai lokasi, dengan kisaran rata-rata sekitar Rp250 ribu per meter persegi.

Baca Juga:Pemotor Tewas Setelah Bertabrakan dengan Truk di KalimanggisCemburu Berujung Maut, Pria Asal Cirebon Ditetapkan Tersangka Penganiayaan di Tamkot Kuningan

Masyarakat berharap pembangunan pabrik dapat segera direalisasikan. Selain meningkatkan penyerapan tenaga kerja, keberadaan industri tersebut juga diperkirakan akan mendorong pertumbuhan usaha kecil, perdagangan, dan jasa di kawasan sekitar sehingga memberi dampak positif bagi perekonomian Kabupaten Kuningan. (ags)

0 Komentar