Pelaksanaan SPMB Tingkat SMP dan SMA di Cirebon dan Kursi Kosong Menanti di Tahap 2

Pelaksanaan SPMB Tingkat SMP dan SMA di Cirebon
SPMB: Tampak sejumllah orang tua siswa bertanya seputar informasi kelulusan di SMPN 4 Cirebon, kemarin. Foto: Seno Dwi Priyanto/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pengumuman hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap 1 tingkat SMP dan SMA di Kota Cirebon serentak dibuka Kamis (25/6/2026). Tidak ada kerumunan massa di papan pengumuman sekolah. Semua beralih ke layar gawai. Proses seleksi dan publikasi sepenuhnya berjalan secara digital.

Di tingkat SMA, suasana sekolah terpantau lengang sejak pagi. Calon peserta didik beserta orang tua mengakses hasil kelulusan dari rumah masing-masing. Wakasek Kesiswaan SMAN 6 Cirebon, Eka Novianto, memastikan tidak ada penempelan berkas fisik di lingkungan sekolah. “Pengumuman secara online melalui website, jadi tidak ada aktivitas apapun di sekolah,” tegas Eka Novianto kepada Radar Cirebon, kemarin.

Kondisi serupa terjadi pada jenjang SMP. Pengumuman Tahap 1 ini murni berbasis daring sesuai regulasi Dinas Pendidikan. Kendati demikian, posko informasi di beberapa sekolah tetap disiagakan untuk melayani warga yang datang bertanya.

Baca Juga:Ratusan Tersingkir di Tahap Awal, SPMB Tingkat SMP Negeri di Kota Cirebon, Daftar Ulang 26 – 27 Juni 2026Prof Ali Zum Mashar dan Cita-cita Swasembada Kedelai, Lawan Mitos Tanaman Kedelai di Iklim Tropis

Di SMPN 4 Kota Cirebon, sejumlah orang tua mendatangi sekolah lantaran masih bingung mengenai otoritas verifikasi data. Pihak panitia lokal menjelaskan bahwa sekolah hanya memiliki wewenang memverifikasi satu jalur.

“Kalau verifikasi data, dari pihak sekolah itu hanya untuk jalur rapor saja. Untuk cross check dan verifikasi data jalur lainnya semuanya dilakukan oleh dinas,” ujar Ketua SPMB SMPN 4 Kota Cirebon Edi Rusdiyanto kepada Radar Cirebon, kemarin.

Berdasarkan data panitia lokal, persaingan Tahap 1 di SMPN 4 Kota Cirebon berlangsung dinamis. Pendaftar melalui jalur rapor menembus angka 154 orang. Sementara untuk jalur afirmasi Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) tercatat sebanyak 102 pendaftar.

Namun, tidak semua jalur seleksi memenuhi kuota yang disediakan. Beberapa slot justru lowong karena sepi peminat.

Jalur afirmasi disabilitas, misalnya. Dari jatah kuota sebanyak 26 kursi, jumlah pendaftar yang masuk tidak mampu memenuhi kapasitas tersebut. Kondisi serupa terjadi pada jalur prestasi akademik yang menyediakan kuota 21 kursi, namun hanya terserap 20 pendaftar.

Bagi calon siswa yang belum lolos di Tahap 1, sistem masih membuka kesempatan. Kursi kosong dan peserta yang tersisih akan dialihkan ke pendaftaran Tahap 2. Proses pendaftaran berikutnya dijadwalkan berjalan mulai 29 Juni hingga 2 Juli 2026.

0 Komentar