Sebelumnya, peserta bernama Anisa Muyassaroh dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan. Berdasarkan keterangan resmi Kemhan, Anisa meninggal akibat heat stroke atau serangan panas.
Sementara peserta lainnya, Yonanda Muhammad Taufiq, meninggal dunia saat mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad Baturaja.
Yonanda sempat mengalami penurunan kondisi fisik pada 17 Juni 2026 dan kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Baca Juga:Seleksi Direksi BUMD di Kota Cirebon Mandek, Salah Satu Kandidat Kuat Meninggal DuniaKolaborasi Bapenda Cirebon dan KPP Pratama II, Sasar 88 Lokasi Usaha lewat Mapag Data
“Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung,” kata Rico.
Program SPPI mewajibkan para peserta mengikuti latsarmil sebagai bagian dari pembekalan sebelum ditugaskan menjadi pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah. Setelah munculnya tiga kasus kematian peserta, pelaksanaan program kini menjadi perhatian publik dan mendorong pemerintah untuk memperketat pengawasan kesehatan selama masa pendidikan. (dsw)
