RADARCIREBON.ID – Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi jumlah peserta yang meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) bertambah menjadi tiga orang.
Peristiwa tersebut memicu sorotan terhadap pelaksanaan program, terutama terkait aspek kesehatan dan keselamatan peserta selama menjalani pelatihan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, pihaknya telah menerima laporan meninggalnya peserta atas nama Novia Rahmadhani Sihotang yang mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Pusat Bahasa Kodiklatau Jakarta.
Baca Juga:Seleksi Direksi BUMD di Kota Cirebon Mandek, Salah Satu Kandidat Kuat Meninggal DuniaKolaborasi Bapenda Cirebon dan KPP Pratama II, Sasar 88 Lokasi Usaha lewat Mapag Data
Kemhan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah dan memastikan seluruh prosedur penanganan medis telah dilakukan sejak peserta mengalami gangguan kesehatan.
“Benar, Kementerian Pertahanan telah menerima laporan mengenai meninggalnya salah satu peserta Program SPPI KNMP Tahun 2026 atas nama Novia Rahmadhani Sihotang yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Kemhan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhumah,” kata Rico.
Rico menjelaskan, Novia mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti kegiatan latsarmil pada Senin (22/6/2026). Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Udara Dr Esnawan Antariksa, Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, kondisi kesehatannya terus menurun selama menjalani perawatan hingga akhirnya meninggal dunia pada Selasa (23/6/2026).
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi kesehatan yang dialami berkaitan dengan penyakit Tuberkulosis (TB),” ujar Rico.
Ia menegaskan seluruh peserta program sebelumnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari proses seleksi dan persiapan sebelum mengikuti pendidikan. Selain itu, peserta yang mengalami gangguan kesehatan selama pelatihan juga disebut telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur yang berlaku.
Meski demikian, Kemhan memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan latsarmil, khususnya dalam aspek pengawasan kesehatan peserta.
Baca Juga:Darurat Sampah di Cirebon! Meluber hingga Badan Jalan, TPS Liar Semakin MenjamurDorong Kuasai AI, PCNU Cirebon Siapkan SDM untuk Hadapi Era Digital
“Saat ini Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan kesehatan peserta guna memastikan keselamatan dan kesehatan peserta tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program,” jelas Rico.
Novia menjadi peserta ketiga yang meninggal dunia selama mengikuti program latsarmil SPPI tahun 2026.
