PNM Perpanjang Dukungan Ruang Pintar Kasih Sayang di Mundu Pesisir, Jumlah Peserta Naik Tujuh Kali Lipat

PNM Perpanjang Dukungan Ruang Pintar Kasih Sayang di Mundu Pesisir, Jumlah Peserta Naik Lebih dari 7 Kali Lipa
PNM perpanjang dukungan Ruang Pintar Kasih Sayang di Mundu Pesisir.
0 Komentar

Bantuan yang diterima tahun ini dinilai semakin melengkapi kebutuhan pembelajaran dan permainan anak-anak. Kehadiran fasilitas baru membuat peserta lebih bersemangat mengikuti kegiatan yang rutin dilaksanakan di Ruang Pintar.

Pendamping Ruang Pintar, Lili Toyibah, menambahkan program tersebut terbukti membantu anak-anak mengenal keterampilan dasar sebelum masuk PAUD. Anak-anak yang sebelumnya belum terbiasa memegang alat tulis kini mulai mampu mencoret, menulis, dan mengikuti aktivitas belajar sederhana.

“Ini menjadi tahapan awal yang sangat membantu anak-anak sebelum mereka masuk PAUD sehingga lebih siap mengikuti proses pembelajaran,” katanya.

Baca Juga:Bongkar Home Industry Tembakau Sintetis, Polisi Tangkap Dua Terduga PelakuPemkab Majalengka Peringati Harganas Ke-33, Waspadai Ancaman Siber Masuk ke Ruang Keluarga

Sementara itu, Kepala Desa Mundu Pesisir, H. Khaerun, menyebut manfaat Ruang Pintar telah dirasakan langsung oleh masyarakat. Program tersebut menjadi sarana pembinaan anak usia dini yang mudah diakses warga setempat.

Selain Ruang Pintar, ia juga menyoroti sejumlah program pemberdayaan lain yang telah hadir di desa melalui dukungan PNM, di antaranya bantuan gerobak untuk pengelolaan sampah, penguatan kegiatan bank sampah, hingga penanaman mangrove di kawasan pesisir.

“Program-program yang dijalankan PNM sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ruang Pintar menjadi salah satu yang paling terlihat dampaknya bagi anak-anak kami,” ujar Khaerun.

Ruang Pintar Kasih Sayang sendiri merupakan lembaga pendidikan nonformal yang cukup diminati masyarakat Desa Mundu Pesisir. Program ini menjadi tempat belajar dan bermain bagi anak-anak usia prasekolah, sekaligus mendukung proses tumbuh kembang mereka sebelum memasuki pendidikan formal. (Bub)

0 Komentar