Inggris vs RD Kongo Piala Dunia 2026, Hati-hati! Kejutan Belum Usai

Inggris vs RD Kongo
Inggris vs RD Kongo Piala Dunia 2026
0 Komentar

Dari sisi pengalaman, Inggris merupakan salah satu negara dengan tradisi kuat di turnamen, dan telah tampil dalam 17 edisi Piala Dunia. Sebaliknya, RD Kongo baru mencatat penampilan keduanya setelah terakhir kali berlaga pada Piala Dunia 1974.

Perbedaan kualitas juga terlihat dari komposisi pemain. Inggris diperkuat mayoritas pemain Premier League, dengan 21 dari 26 pemain berasal dari kompetisi tersebut. Selain itu, mereka juga memiliki sejumlah bintang yang bermain di klub elite Eropa, seperti Harry Kane (Bayern Muenchen), Jude Bellingham (Real Madrid), dan Marcus Rashford (Barcelona).

RD Kongo memang dihuni pemain-pemain yang berkarier di Eropa, tetapi sebagian besar tidak memiliki nama sebesar para pemain Inggris. Beberapa sosok yang cukup dikenal antara lain Aaron Wan-Bissaka (West Ham United), Chancel Mbemba (Lille), dan Cedric Bakambu (Real Betis).

Baca Juga:Jelang Liburan Mobilitas Transportasi Dijaga, Pertumbuhan Ekonomi DipacuKKMP Kesambi: Bekas Perpustakaan, Harga yang Ditawarkan Relatif Terjangkau

Meski demikian, performa kedua tim selama fase grup sebenarnya tidak terlalu berbeda dari segi efektivitas permainan. Inggris memang tidak terkalahkan, tetapi penampilannya belum sepenuhnya meyakinkan. Dari rata-rata 19,3 tembakan per pertandingan, mereka hanya menghasilkan enam gol atau sekitar dua gol setiap laga. Kelebihan utama Inggris terletak pada dominasi penguasaan bola yang mencapai rata-rata 65,3 persen.

Sebaliknya, RD Kongo lebih mengandalkan permainan bertahan. Mereka hanya mencatat rata-rata penguasaan bola sebesar 39,1 persen, termasuk salah satu yang terendah di turnamen. Dari empat gol yang mereka cetak, tiga di antaranya lahir saat menghadapi Uzbekistan, tim yang dianggap paling lemah di Grup K.

Menghadapi Inggris, Les Leopards diperkirakan kembali menerapkan strategi defensif sambil menunggu peluang melalui serangan balik. Bermain terbuka melawan tim sekelas Inggris tentu akan menjadi risiko besar.

Inggris sendiri pernah kesulitan membongkar pertahanan Ghana yang tampil sangat rapat. Situasi serupa berpotensi kembali terjadi saat menghadapi RD Kongo. Namun, winger Inggris Noni Madueke menegaskan timnya telah siap menghadapi strategi bertahan lawan.

“Setiap tim akan mengalami kesulitan menghadapi lawan yang menempatkan 11 pemain di sepertiga akhir lapangan. Membongkar pertahanan seperti itu memang tidak mudah. Kita juga melihat banyak tim besar mengalami hal yang sama,” ujar Madueke, seperti dikutip Reuters kemarin.

0 Komentar