“Kami juga menerima banyak laporan dari pelaku usaha mengenai kesulitan mendapatkan tenaga kerja. Ini menjadi tantangan yang harus segera diatasi,” katanya.
Menurut Heri, pemerintah daerah tengah menyiapkan berbagai langkah, di antaranya bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk membuka pelatihan pembuatan genteng bagi calon tenaga kerja muda.
“Kami ingin mengubah anggapan bahwa industri genteng merupakan pekerjaan yang kurang diminati. Saat ini proses produksi juga mulai didukung mekanisasi sehingga lebih efisien,” ujarnya.
Baca Juga:Porsadin VIII Tingkat Kabupaten Indramayu Ditutup, Kecamatan Karangampel Raih Juara Umum Bupati Lucky Hakim Gelontorkan Dana Hibah Rp13 Miliar untuk Guru MDT
Para pelaku usaha berharap pemerintah turut mendorong program regenerasi tenaga kerja melalui pelatihan, magang, maupun insentif bagi pekerja muda agar industri genteng Majalengka mampu memenuhi tingginya permintaan pasar dan mempertahankan daya saingnya. (bae)
