RADARCIREBON.ID – Kondisi nelayan di Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, belum sepenuhnya pulih.
Meski cuaca mulai bersahabat dan aktivitas melaut kembali dilakukan, hasil tangkapan rajungan masih minim sehingga pendapatan nelayan belum mampu menutupi tingginya biaya operasional.
Salah seorang nelayan Citemu, Trisno mengatakan, sebagian besar nelayan telah kembali melaut setelah kondisi cuaca membaik.
Baca Juga:Kunjungi Ponpes BIMA Cirebon, Menag Apresiasi Model Pendidikan Berdaya Saing GlobalPemerintah Desa di Cirebon Kembangkan Digitaisasi Layanan Berbasis Website
Angin yang tidak lagi terlalu kencang membuat aktivitas penangkapan ikan kembali memungkinkan.
“Kalau cuaca sekarang sudah lumayan bagus. Anginnya tidak terlalu besar, jadi sebagian nelayan sudah berani melaut lagi,” ujarnya kepada Radar Cirebon.
Namun, membaiknya cuaca belum berdampak pada peningkatan hasil tangkapan. Rajungan maupun ikan yang diperoleh masih jauh dari harapan, sementara biaya melaut tetap tinggi.
“Yang jadi masalah sekarang hasil tangkapannya masih sedikit. Sementara biaya untuk melaut tetap besar, mulai dari solar, umpan sampai kebutuhan lainnya,” kata Trisno.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat keuntungan nelayan semakin menipis. Bahkan, tidak sedikit nelayan yang hanya mampu menutup biaya operasional tanpa memperoleh penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Ia menilai, menurunnya hasil tangkapan tidak hanya dipengaruhi faktor musim, tetapi juga kerusakan ekosistem laut akibat penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.
“Penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan juga berpengaruh. Habitat rajungan di laut Cirebon jadi rusak sehingga hasil tangkapan terus menurun,” ungkapnya.
Baca Juga:Hasil Lomba Senam Kreasi HUT ke-15 RCTV: Lengko Juara Pertama, 46 Tim Ambil BagianJaspel Medis Nunggak, RSUD Arjawinangun Krisis Dokter Spesialis
Karena itu, Trisno berharap, pemerintah bersama instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan alat tangkap yang berpotensi merusak ekosistem laut.
Menurutnya, kelestarian habitat rajungan harus dijaga agar populasi tetap berkembang dan hasil tangkapan nelayan dapat kembali meningkat.
“Dulu mencari rajungan tidak sesulit sekarang. Sekarang kami harus melaut lebih lama, tapi hasilnya belum tentu banyak. Jangan sampai seperti udang yang dulu banyak tapi sekarang makin susah dicarinya,” tuturnya. (awr)
