“Satu-satunya korban selamat dari keluarga tersebut adalah anak sulung mereka yang berusia 10 tahun 11 bulan. Karena kondisinya juga luka serius, langsung dipindahkan ke ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit),” ujar Ika, kemarin.
Kondisi kaki kanan sang anak dilaporkan mengalami luka serius. Guna mencegah terjadinya infeksi yang lebih meluas dan membahayakan nyawa, tim medis terpaksa mengambil tindakan operasi. Pascaoperasi, lanjut Ika, sang anak kembali dibawa ke ruang PICU untuk masa pemulihan.
Berdasarkan pemeriksaan medis di IGD, tak ditemukan adanya trauma berat lain pada organ tubuh korban seperti bagian perut maupun kepala. Pihak rumah sakit menegaskan komitmennya untuk memastikan pemulihan total pasien sebelum diizinkan pulang ke rumah. Tak hanya fokus pada penyembuhan fisik, kondisi kesehatan mental dan kejiwaan pasien juga menjadi prioritas utama yang diperhatikan secara seksama.
Baca Juga:Masih Bisa Dimutakhirkan, Mensos tentang Perubahan Desil Penerima KIP KuliahMobil Pikap Rombongan Pengantin Dihajar Truk Hino di Pantura Indramayu
Ika menyampaikan bahwa saat ini pasien masih berada di ruang High Care Unit (HCU) atau ruang khusus untuk pemantauan intensif. Ika menerangkan bahwa rumah sakit tidak akan terburu-buru memulangkan pasien sebelum seluruh aspek kesehatannya terpenuhi, baik fisik maupun psikis.
KEMBALI OLAH TKP
Sementara itu, Satlantas Polresta Cirebon kembali melakukan olah TKP, Selasa (14/7/2026), dengan menghadirkan langsung pengemudi truk guna mencocokkan keterangannya dengan kondisi di lapangan.
Petugas Unit Gakkum Satlantas Polresta Cirebon memulai rekonstruksi lapangan sejak pagi. Selain meminta sopir memperagakan kronologi kejadian, penyidik juga melakukan pengukuran jarak, titik benturan, hingga posisi akhir kendaraan setelah terguling.
Petugas Unit Gakkum Satlantas Polresta Cirebon Aiptu Ade Nugraha mengatakan olah TKP bertujuan memperoleh gambaran utuh mengenai rangkaian peristiwa serta membuka kemungkinan adanya fakta baru yang belum terungkap pada pemeriksaan sebelumnya.
Berdasarkan keterangan awal pengemudi, kendaraan mulai mengalami kendala ketika melintasi kawasan Gronggong. Saat memasuki jalur menurun menuju Desa Ciperna, sopir mengaku truk sudah sulit dikendalikan.
Penyidik mencatat sekitar 120 meter sebelum titik tabrakan, pengemudi mengaku kehilangan kendali atas kendaraan. Dalam kondisi jalan menurun dan menikung, truk melaju tanpa dapat dihentikan hingga menabrak sejumlah sepeda motor dan sebuah warung sebelum akhirnya terguling.
