Meski demikian, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Dugaan adanya kegagalan fungsi pengereman masih menjadi salah satu materi yang didalami. “Untuk masalah rem blong atau tidak, masih didalami,” kata Ade.
Pada hari yang sama, sekitar pukul 11.00 WIB, penyidik juga melibatkan tim penguji kendaraan dari Dishub Kabupaten Cirebon untuk melakukan pemeriksaan teknis terhadap truk. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi salah satu alat pendukung dalam menentukan penyebab kecelakaan.
Fungsional Analis Kebijakan Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kabupaten Cirebon, Diyanto, mengatakan pemeriksaan difokuskan pada tiga komponen utama, yakni sistem pengereman, sistem kemudi, dan dimensi kendaraan.
Baca Juga:Masih Bisa Dimutakhirkan, Mensos tentang Perubahan Desil Penerima KIP KuliahMobil Pikap Rombongan Pengantin Dihajar Truk Hino di Pantura Indramayu
Dari hasil pemeriksaan awal, sistem kemudi masih normal, sedangkan beberapa ban ditemukan dalam kondisi aus hingga lapisan kawatnya terlihat. “Kondisi ban sebagian sudah tidak layak karena kawat ban sudah terlihat. Sementara sistem kemudi masih berfungsi dengan baik. Itu hasil pemeriksaan awal,” ujar Diyanto usai pemeriksaan teknis kendaraan bersama Polresta Cirebon.
Ia menegaskan, tim belum menemukan bukti teknis yang dapat memastikan adanya kegagalan sistem pengereman. Karena itu, penyebab pasti kecelakaan masih memerlukan pemeriksaan lanjutan. (*)
