Menurutnya, lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik. Oleh karena itu, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan kepolisian perlu terus diperkuat agar pembinaan terhadap remaja berjalan optimal.
“Kami berharap para siswa memahami bahaya narkoba dan berbagai bentuk kenakalan remaja sejak dini. Dengan bekal pemahaman tersebut, mereka mampu menjaga diri, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, serta tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, dan berakhlak mulia,” katanya.
Sementara itu, Kanit Binmas AIPTU Saiful Isla menjelaskan, penyuluhan di sekolah merupakan program rutin Sat Binmas Polres Majalengka untuk meningkatkan kesadaran hukum di kalangan pelajar sekaligus mendukung upaya preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Baca Juga:Takziah, Bupati Lucky Hakim Berikan Santunan dan Berpesan kepada Warga Indramayu agar Patuhi Lalu LintasMahasiswa Unma Mulai KKN-T di Desa Cipulus Kecamatan Cikijing
Menurutnya, pencegahan akan lebih efektif apabila dilakukan melalui edukasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia pendidikan. Dengan memahami aturan hukum dan dampak dari setiap pelanggaran, para pelajar diharapkan mampu mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai memberikan bekal penting bagi peserta didik baru dalam menghadapi kehidupan sekolah sekaligus memperkuat pendidikan karakter sejak awal tahun ajaran. Selain memahami bahaya narkoba dan kenakalan remaja, para siswa juga dibekali nilai-nilai integritas, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai pelajar.
Polres Majalengka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai satuan pendidikan sebagai bentuk sinergi antara kepolisian dan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, bebas dari penyalahgunaan narkoba, serta melahirkan generasi muda yang sadar hukum dan berkarakter positif. (bae)
