Mahasiswa KKN-T Unma Awali Pengabdian di Desa Jagasari Cikijing

mahasiswa Unma di Cikijing.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Unma memulai pengabdian di Desa Jagasari, Kecamatan Cikijing
0 Komentar

MAJALENGKA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Majalengka (Unma) memulai pengabdian di Desa Jagasari, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka. Kehadiran mereka tidak hanya membawa program kerja, tetapi juga membangun hubungan, mendengarkan aspirasi, dan belajar bersama masyarakat.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr Iik Nurhikmayati MPd, mengingatkan bahwa KKN-T bukan sekadar menjalankan program, melainkan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memberikan manfaat melalui kepedulian, sikap, dan semangat kolaborasi.

“Mudah-mudahan pesan ini menjadi bekal bagi mahasiswa sebelum memulai berbagai program di tengah masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Sindangkasih Stabil: Cabai Rp69 Ribu, Telur Rp27 RibuLucky Hakim Dorong Sinergi FKDB–Polri, Perkuat Peran Indramayu sebagai Lumbung Pangan Nasional

Iik menjelaskan, membangun desa bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Pemerintah desa memahami kebutuhan dan potensi wilayah, masyarakat memiliki pengalaman serta nilai-nilai gotong royong yang telah mengakar, sementara mahasiswa hadir membawa semangat, ilmu pengetahuan, dan gagasan baru.

“Ketika ketiganya berjalan beriringan, kolaborasi akan melahirkan solusi yang lebih tepat dan berkelanjutan. Sebagai mahasiswa, kita tidak datang dengan anggapan memiliki semua jawaban,” katanya.

Menurutnya, mahasiswa justru harus belajar dari masyarakat, memahami kondisi di lapangan, serta bersama-sama mencari solusi terbaik. Pengabdian, lanjutnya, bukan tentang menunjukkan siapa yang paling mampu, melainkan bagaimana setiap pihak saling melengkapi untuk mencapai tujuan bersama.

Ia menambahkan, perjalanan KKN-T di Desa Jagasari baru saja dimulai. Berbagai pengalaman, tantangan, dan pembelajaran masih akan dihadapi selama masa pengabdian.

“Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat menjadi bagian dari semangat gotong royong yang telah lama menjadi kekuatan masyarakat Desa Jagasari. Keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program yang terlaksana, tetapi juga dari hubungan baik yang terjalin serta manfaat yang tetap dirasakan masyarakat setelah kegiatan berakhir. Kemajuan tidak pernah lahir dari langkah seseorang yang berjalan sendiri, melainkan dari mereka yang memilih bergerak bersama,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Jagasari, Ade, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN-T. Ia berharap mahasiswa dapat menjalin sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat selama menjalankan program pengabdian.

“Kolaborasi selalu diawali dengan komunikasi yang baik dan sikap saling menerima,” katanya. (ono)

0 Komentar