Langkah tersebut dinilai penting karena kelompok usia muda akan menjadi salah satu segmen pemilih terbesar pada pemilu mendatang.
“Karena itu, Sekolah Demokrasi Caruban Nagari disiapkan sebagai program yang lebih terstruktur,” imbuhnya.
Rencananya, program tersebut akan diluncurkan pada September 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Demokrasi.
Baca Juga:Berpotensi Temuan BPK, Dewas PDAM dari Unsur Pemerintah yang Pensiun Diminta Segera DiberhentikanTMMD ke-129 Cirebon, Fokus Bangun Jalan hingga Renovasi Rutilahu
Sistem pembelajarannya dibuat hybrid dengan komposisi 50 persen tatap muka dan 50 persen daring.
“Dengan pola itu, kami berharap jangkauan pendidikan demokrasi bisa lebih luas sekaligus menyesuaikan karakter generasi muda yang akrab dengan dunia digital,” tandasnya. (sam)
