RADARCIREBON.ID – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Majalengka menggencarkan sosialisasi literasi digital dan etika bermedia sosial di sejumlah sekolah. Program tersebut memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk membekali siswa baru agar lebih cerdas, bijak, dan aman dalam memanfaatkan internet.
Salah satu kegiatan edukasi digelar di SMAN 1 Leuwimunding. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Diskominfo Kabupaten Majalengka Irwan bersama Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Hj Kusmiati.
Irwan mengatakan, Diskominfo berkomitmen memanfaatkan awal tahun ajaran baru untuk membangun karakter serta memperkuat fondasi literasi digital generasi muda di Kabupaten Majalengka.
Baca Juga:Kekeringan, 72 Hektare Sawah di Panyingkiran Gagal PanenPeduli Dunia Pendidikan dan Generasi Muda, DWP Kemenag Kuningan Gelar Baksos dan Mengajar di MTs PUI
Sementara itu, Kabid IKP Diskominfo Majalengka, Hj Kusmiati, menjelaskan materi sosialisasi mencakup berbagai isu yang kini marak di ruang digital, mulai dari etika berkomunikasi, budaya literasi digital yang sehat, bahaya perundungan siber (cyberbullying), hingga ancaman judi online (judol).
“Di era digital saat ini, siswa harus memahami apa itu hoaks. Karena itu kami terus mengedukasi mereka agar mampu menyaring informasi dan memverifikasi kebenaran berita sebelum membagikannya,” kata Kusmiati.
Ia menambahkan, media sosial memberikan banyak kemudahan dalam berkomunikasi, namun juga berpotensi menimbulkan dampak negatif apabila tidak digunakan secara bijak.
“Media sosial mampu menghapus jarak dan mempersingkat waktu komunikasi. Dampak positifnya sangat besar, tetapi juga menyimpan potensi dampak negatif apabila tidak diimbangi dengan pemahaman yang memadai,” ujarnya.
Program tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Perwakilan guru SMAN 1 Leuwimunding, Iyan Kusnadi, menilai edukasi mengenai kejahatan siber dan etika bermedia sosial sangat relevan dengan kebutuhan pelajar saat ini.
“Kami mengapresiasi kehadiran tim Diskominfo Majalengka dalam kegiatan MPLS ini. Edukasi tentang etika bermedia sosial, bahaya cyberbullying, dan pencegahan judi online sangat penting diberikan sejak dini. Ini membantu sekolah membentuk karakter siswa agar bijak memanfaatkan gawai untuk kegiatan yang produktif,” ujarnya.
Antusiasme juga ditunjukkan para peserta MPLS. Salah seorang siswa baru, Zahra Nadia, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari materi yang disampaikan.
Baca Juga:Kabaharkam Polri Karyoto Dinilai Berperan Besar Dukung Ketahanan Pangan di IndramayuBupati Eman Suherman Akan Tindak Tegas ASN Terlibat Judol
“Materinya menarik dan menambah wawasan. Sekarang kami lebih paham membedakan berita benar dan hoaks, serta pentingnya menjaga etika saat berkomentar di media sosial agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tuturnya.
