Untuk mewujudkan hal tersebut, Organda mengusulkan tiga langkah besar kepada Pemerintah Kota Cirebon. Pertama, program penebusan armada tua. Dalam skema ini, Pemkot menganggarkan dana untuk membeli angkot berusia lebih dari 15 tahun dari para pemiliknya. Program ini bertujuan menertibkan jumlah armada, mengurangi kemacetan, sekaligus memberikan modal bagi pemilik atau sopir yang ingin beralih profesi.
Kedua, revitalisasi dan peremajaan trayek D1 hingga D10. Organda mengusulkan agar 10 trayek yang ada saat ini disederhanakan menjadi lima hingga enam koridor baru yang lebih terintegrasi. Jumlah armada pada setiap koridor juga dibatasi dan disesuaikan dengan kebutuhan.
“Dengan jumlah armada yang lebih sedikit, pendapatan per angkot bisa meningkat hingga dua kali lipat. Kondisi itu akan membuat usaha angkot menjadi lebih bankable sehingga perbankan bersedia memberikan kredit untuk pembelian armada baru,” jelasnya.
Baca Juga:Barrel Pants Tak Lagi Sekadar Tren MusimanMusim Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran
Ketiga, pemanfaatan kembali angkot yang telah ditebus pemerintah. Menurut Yuyun, kendaraan tersebut tidak perlu langsung dimusnahkan. Ada dua opsi yang bisa dilakukan, yakni menghibahkannya kepada pelaku UMKM untuk dijadikan mobil kuliner keliling binaan Pemkot atau melelangnya sebagai besi tua. “Hasil lelang dapat masuk ke kas daerah untuk membantu mengurangi beban APBD yang digunakan dalam program penebusan armada,” katanya.
Terkait rencana pengoperasian angkot listrik, sebagaimana diwacanakan Gubernur KDM, Yuyun menyatakan mendukung penuh kebijakan tersebut. Menurutnya, yang perlu dipersiapkan adalah ketersediaan fasilitas pengisian daya kendaraan listrik. “Saya setuju kalau memang diganti menjadi angkot listrik, asalkan fasilitas pengisian dayanya tersedia,” pungkasnya.
Berat ke Listrik, Kecuali Ada Subsidi Pemerintah
DINAS Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon merespons wacana peremajaan angkutan kota (angkot) yang tidak laik jalan untuk dialihkan menjadi kendaraan berbasis listrik. Peralihan ini bisa saja dilakukan, tapi butuh biaya yang tak sedikit. Perlu skema subsidi dari pemerintah.
Kepala Bidang Angkutan dan Multimoda Dishub Kota Cirebon Dodi Solihudin mengungkapkan bahwa dari kajian sederhana yang telah dilakukan, pengalihan angkot ke kendaraan listrik saat ini masih belum direkomendasikan.
“Terkait imbauan tersebut (agar angkot beralih ke kendaraan listrik, red) kami di Dishub Kota Cirebon sudah mencoba mengkaji. Dari kajian sederhana yang kami lakukan, melihat tiga faktor utama yaitu trayek, jumlah penumpang, dan pendapatan pengusaha angkot, pengalihan ke listrik belum direkomendasikan karena biaya kendaraannya yang masih cukup tinggi,” ujar Dodi.
