Perlu Benahi Transportasi Kota Cirebon, Organda Usul Pemkot Cirebon Tebus Armada Tua

Angkot ngetem
BUTUH PEREMAJAAN: Angkot ngetem di Jl Karanggetas, kemarin. Saat ini usia angkot-abgkot di Kota Cirebon rata-rata sudah lebih dari 15 tahun. FOOT: SENO DWI PRIYANTO/RADAR CIREBON
0 Komentar

Kendati demikian, kata Dodi, Dishub Kota Cirebon tetap membuka peluang dan terus mengkaji berbagai skema agar program peremajaan angkutan umum dapat diimplementasikan secara bertahap. Kata Dodi, penerapan angkot listrik mungkin tidak bisa dilakukan secara serentak di seluruh trayek. Hal ini dikarenakan kondisi keterisian dan pendapatan di tiap-tiap trayek tidak sama.

“Kami terus mengkaji skema-skema yang memungkinkan, salah satunya melalui skema subsidi dari pemerintah. Berdasarkan kajian kami, tanpa adanya subsidi, pembiayaan peremajaan ke kendaraan listrik akan sangat berat bagi para pengusaha angkot, bahkan berpotensi memicu kenaikan tarif angkutan,” jelasnya.

Ya, terkait wacana peralihan angkot ke armada berbasis listrik di tengah minimnya jumlah penumpang, pihaknya menilai hal tersebut masih cukup berat untuk diterapkan secara menyeluruh. “Berdasarkan kajian kami saat ini, hanya beberapa trayek tertentu yang memungkinkan untuk didorong ke program peremajaan angkot listrik. Tidak semua trayek bisa dimasukkan dalam program tersebut,” ujarnya.

Baca Juga:Barrel Pants Tak Lagi Sekadar Tren MusimanMusim Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran

Namun demikian, sambung Dodi, Dishub akan terus melakukan kajian lebih lanjut agar kebijakan transportasi publik tetap seimbang antara efisiensi, kebutuhan masyarakat, dan kemampuan para penyedia jasa angkutan.

Sementara itu, terkait kelayakan armada yang beroperasi di Kota Cirebon, Dodi menyampaikan bahwa Dishub terus melakukan pemantauan dan evaluasi (monev) secara berkala setiap triwulan. Dari hasil evaluasi tersebut, tercatat armada angkot yang masih aktif beroperasi secara rutin setiap harinya berkisar di angka 300 unit.

Ia menyampaikan, Dishub Kota Cirebon melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap operasional angkutan kota (angkot) di wilayah Kota Cirebon hingga Triwulan II. Dari total 10 trayek yang terdaftar (D1 hingga D10), sebanyak 8 trayek dipastikan masih beroperasi aktif.

Berdasarkan hasil monitoring dilaporkan bahwa pada Triwulan I, terdapat tiga trayek yang teridentifikasi tidak aktif, yaitu D7, D9, dan D10. Namun, memasuki Triwulan II terdapat sedikit perubahan di lapangan, di mana trayek D7 kembali ditemukan beroperasi meski dengan jumlah armada yang relatif sedikit. Dengan demikian, hingga Triwulan II, trayek yang benar-benar tidak teridentifikasi lagi atau tidak beroperasi di lapangan adalah trayek D9 dan D10, sedangkan trayek D1 hingga D8 masih aktif beroperasi.

0 Komentar