Unma Siap Jadi Agen Pemberdayaan Desa Berbasis Potensi Lokal

Pembekalan Unma
Universitas Majalengka (Unma) menggelar pembekalan bagi mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tahun 2026 sebelum diterjunkan ke sejumlah desa di Kabupaten Majalengka.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Universitas Majalengka (Unma) membekali mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tahun 2026 dengan pemahaman mengenai arah pembangunan daerah sebelum diterjunkan ke sejumlah desa di Kabupaten Majalengka.

Pembekalan menghadirkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Majalengka, H Arif Daryana AP MSi, serta Tim Pelaksana KKN-T Unma 2026 yang dipimpin Dinar SP MP beserta jajaran panitia.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan agar mahasiswa mampu melaksanakan pengabdian kepada masyarakat secara profesional, terukur, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Baca Juga:Sambut HUT ke-25, Demokrat Kuningan Gelar Gerakan Indonesia ASRI Langit Biru, Bersihkan Kota hingga Bantu UMKMTahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Hijrah, Harum Tours Pindah Kantor dan Berangkatkan 101 Jamaah Umrah

Dalam pemaparannya, Arif Daryana mengangkat tema “Optimalisasi Potensi Sumber Daya Lokal Melalui Pemberdayaan Masyarakat Desa Guna Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi.” Ia menekankan mahasiswa KKN harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam menggali potensi lokal dan menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, Kabupaten Majalengka memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, industri, peternakan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.

“Potensi tersebut harus dioptimalkan melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat sehingga mampu mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Arif juga memaparkan visi pembangunan Kabupaten Majalengka periode 2025–2029 yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi inklusif, ketahanan pangan, pembangunan berbasis desa, serta reformasi birokrasi melalui inovasi.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana KKN-T Unma 2026 yang juga Kepala Pusat Pengabdian dan Pengembangan Desa LPPM Unma, Dinar SP MP, mengatakan KKN merupakan ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu secara langsung di tengah masyarakat.

Menurutnya, KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi proses pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, pengabdian, dan pemberdayaan masyarakat.

Dinar menegaskan mahasiswa harus memahami kondisi masyarakat terlebih dahulu sebelum menyusun program kerja.

Baca Juga:Diskominfo Kabupaten Majalengka Edukasi Siswa Cegah Cyberbullying dan Judol Kekeringan, 72 Hektare Sawah di Panyingkiran Gagal Panen

“Program KKN harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, mengedepankan partisipasi warga, serta menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan,” katanya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga etika, disiplin, komunikasi, serta nama baik Universitas Majalengka selama menjalankan KKN.

Selain pembekalan mengenai filosofi KKN, peserta juga mendapatkan penjelasan tentang mekanisme pelaksanaan KKN-T 2026, mulai dari penyusunan proposal program kerja, observasi dan pemetaan potensi desa, proses review proposal, pelaksanaan kegiatan, hingga penyusunan laporan dan publikasi hasil pengabdian.

0 Komentar