Asa Lovanya setelah Pulang dari RSD Gunung Jati, Pemulihan Signifikan, Ingin Cepat Masuk Sekolah

Lovanya Evelyn Kautsar
KEMBALI KE RUMAH: Lovanya Evelyn Kautsar kini telah keluar dari RSD Gunung Jati. Bocah 11 tahun tersebut mulai menjalani fase pemulihan mandiri di rumah pamannya di kawasan Jalan Ledeng, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. FOTO: ISTIMEWA
0 Komentar

Meski demikian, manajemen sekolah memilih mengambil langkah terukur dan bijaksana. Prioritas utama saat ini difokuskan penuh pada pemulihan kesehatan fisik hingga luka operasi dinyatakan benar-benar sembuh total oleh tim medis RSUD Gunung Jati.

Pihak sekolah juga memberikan fleksibilitas khusus jika Lovanya hanya ingin datang berkunjung ke sekolah untuk sekadar berinteraksi sosial dan bermain bersama kawan-kawannya tanpa dibebani target kurikulum formal.

Guna menopang proses pemulihan jangka panjang, aksi kepedulian kolektif turut digalang secara terstruktur oleh institusi pendidikan. Jaringan sekolah yang tergabung dalam Gugus 3 Harjamukti bersama Pengawas Bina secara resmi menghimpun donasi dari delapan sekolah lintas kelurahan.

Baca Juga:Perlu Benahi Transportasi Kota Cirebon, Organda Usul Pemkot Cirebon Tebus Armada TuaPedagang Eks Kalibaru Kini Menunggu Ramai di Sudut Dukuh Semar

Bantuan dialokasikan langsung dari SDN Kanggraksan, SDN Kuranji, SDN Penggung Utara, SDN Wanacala, SDN Lemah Abang, SDN Kalitanjung, SDN Grenjeng, serta SDIT Al Falah untuk menyokong kebutuhan pemulihan medis serta fasilitas pendorong adaptasi belajar Lovanya di masa mendatang.

Sekolah kini terus membangun komunikasi intensif dengan paman korban guna merancang metode pembelajaran khusus yang paling adaptif. Pendampingan psikologis berkelanjutan, fleksibilitas kehadiran, hingga penyesuaian sarana belajar disiapkan secara matang agar Lovanya dapat kembali beradaptasi di lingkungan sekolah dengan aman, nyaman, dan bermakna.

Terpisah, Plt Kabid Perlindungan Anak DP3APPKB Kota Cirebon dr Dian Novitasari MARS memastikan kondisi medis Lovanya saat ini sudah stabil, meski masih membutuhkan kontrol rutin serta masa adaptasi. “Kondisi medisnya dipastikan sudah stabil, tetapi tetap perlu kontrol berkala,” ujar Dian.

Terkait pendidikan, kata Dian, Dinas Pendidikan telah memberikan atensi khusus. Lovanya diizinkan beristirahat dari kegiatan belajar mengajar di sekolah hingga kondisinya benar-benar pulih dan siap kembali beraktivitas. “Diperkirakan butuh waktu sekitar 1 hingga 3 bulan untuk masa pemulihan dan adaptasi,” katanya.

Pihak sekolah, kata Dian, akan membantu memberikan penugasan di rumah, sehingga statusnya sebagai siswi tetap berjalan hingga lulus nanti. Selain penanganan medis, Dian menyampaikan bahwa pendampingan psikologis juga diberikan secara komprehensif oleh tim Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati. Pendampingan ini dilakukan guna membantu memulihkan kondisi trauma yang dialami korban.

0 Komentar