Aktif Jaring Siswa Baru di  Tengah Persaingan Sekolah

SMA PGRI Klangenan Kabupaten Cirebon
AKTIF: SMA PGRI Klangenan Kabupaten Cirebon, melakukan berbagai upaya untuk menjaring siswa baru, kemarin. FOTO: KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Persaingan mendapatkan peserta didik baru yang semakin ketat mendorong SMA PGRI Klangenan, Kabupaten Cirebon, melakukan berbagai upaya untuk menjaring siswa.

Selain memanfaatkan media sosial, sekolah juga turun langsung melakukan sosialisasi ke sejumlah SMP dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta masyarakat.

Kepala SMA PGRI Klangenan, Haeru Zaman SSos mengatakan, upaya tersebut telah dilakukan sejak awal tahun.

Baca Juga:Barrel Pants Tak Lagi Sekadar Tren MusimanMusim Kemarau Picu Lonjakan Kebakaran

Pihak sekolah mendatangi SMP-SMP di sekitar Klangenan untuk memperkenalkan sekolah sekaligus memberikan alternatif pendidikan bagi siswa yang akan melanjutkan ke jenjang SMA.

“Dari Januari sudah mulai berjalan. Kami datang ke sekolah-sekolah, melakukan sosialisasi, kemudian juga melalui media sosial. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat sekitar,” kata Haeru kepada Radar Cirebon.

Menurutnya, SMA PGRI Klangenan memiliki peran penting dalam menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat sekitar.

Terlebih, minat dan pilihan siswa saat ini semakin beragam, mulai dari SMA negeri, SMK negeri hingga SMK swasta.

“Anak-anak punya keinginan masing-masing. Ada yang ingin sekolah negeri, ada yang ingin sekolah favorit, ada juga yang tidak mau sekolah. Karena itu kami tidak hanya berbicara kepada orang tua, tetapi juga langsung kepada anak-anaknya,” ujarnya.

Haeru menegaskan, pihaknya tidak ingin memaksakan siswa untuk memilih SMA PGRI Klangenan.

Sekolah lebih memilih memperkenalkan diri sebagai alternatif pendidikan, termasuk bagi siswa yang di kemudian hari membutuhkan sekolah baru karena tidak nyaman di sekolah sebelumnya.

Baca Juga:Satu Desa Mulai Krisis Air Bersih, BPBD Cirebon Salurkan  8 Ribu Liter Air Larang Perpeloncoan dan Batasi Penggunaan Ponsel

“Kalau ada anak yang tidak nyaman di sekolahnya, entah karena perundungan, tidak cocok dengan teman atau pelajarannya, daripada berhenti sekolah, kami bisa menjadi salah satu alternatif,” katanya.

Haeru berharap, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat menghadirkan kebijakan yang menciptakan keseimbangan dan pemerataan jumlah siswa antara sekolah negeri dan swasta.

Wakil Kepala SMA PGRI Klangenan Bidang Kurikulum, Anggih Siyahmaitanuf menambahkan, tantangan sekolah swasta dalam menjaring siswa semakin besar karena jumlah pilihan sekolah terus bertambah.

Menurutnya, SMA PGRI Klangenan yang telah berdiri sejak era 1980-an pernah menjadi salah satu pilihan utama masyarakat. Namun, kondisi saat ini berbeda karena sekolah lanjutan telah tersebar di berbagai wilayah.

0 Komentar