Permainan Bakiak Kalahkan Handphone, Hari Anak Nasional di SDN Jabang Bayi Penuh Tawa

PERMAINAN TRADISIONAL
PERMAINAN TRADISIONAL: Tawa riuh langsung pecah di lapangan SDN Jabang Bayi, Kota Cirebon, Senin (27/7). FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Derap langkah terdengar tidak beraturan. Ada yang melaju cepat, ada pula yang nyaris terjatuh. Tawa riuh langsung pecah di lapangan berpaving block SDN Jabang Bayi, Kota Cirebon. Sejenak, suasana sekolah kembali seperti puluhan tahun silam ketika permainan tradisional menjadi hiburan utama anak-anak.

Bakiak kayu yang memiliki tiga pasang pijakan itu menjadi pusat perhatian. Bukan hanya dimainkan para siswa, tetapi juga Bunda Forum Anak Kota Cirebon, Noviyanti Edo SE, bersama Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Dr Ade Cahyaningsih SPd MPd. Mereka ikut merasakan serunya melangkah bersama di atas sepasang bakiak panjang, berusaha menjaga kekompakan agar tidak terjatuh.

Pemandangan itu bukan sekadar nostalgia. Di balik gelak tawa yang memenuhi lapangan, terselip pesan penting tentang dunia anak yang kini semakin akrab dengan layar gawai (handphone).

Baca Juga:SMP Negeri Jadi Miniatur Negara, Segera Helat Pemilihan Ketua OSIS Serentak Penambahan Anggaran Jamkesda Masih Dikaji 

“Anak-anak sekarang hidup di era digital. Mereka perlu tahu bahwa masih banyak permainan tradisional yang tidak kalah menyenangkan dibanding bermain gawai,” ujar Noviyanti.

Menurutnya, permainan tradisional bukan hanya sarana hiburan. Aktivitas seperti bakiak dan gobak sodor mampu melatih keseimbangan, kerja sama, komunikasi, hingga kemampuan bersosialisasi yang mulai tergerus oleh kebiasaan bermain gawai secara individual.

Karena itu, ia menilai orang tua dan guru harus menjadi contoh. Bukan sekadar meminta anak mengurangi penggunaan gawai, tetapi ikut terlibat dalam aktivitas bermain bersama.

“Sebagai orang tua maupun guru, kita harus menjadi teladan. Anak-anak akan lebih mudah mengikuti ketika melihat orang dewasa ikut bermain dan menikmati kebersamaan,” katanya.

Momentum Hari Anak Nasional juga dimanfaatkan untuk menunjukkan bahwa setiap sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi. SDN Jabang Bayi yang berada di lingkungan permukiman berhasil mencatatkan prestasi dengan meraih Juara Harapan I Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Jawa Barat.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan tidak ditentukan oleh label sekolah favorit ataupun unggulan.

Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Dr Ade Cahyaningsih, menegaskan seluruh sekolah dasar di Kota Cirebon memiliki standar pelayanan dan mutu pendidikan yang sama.

0 Komentar