Tuti menilai media memiliki peran penting sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Selain menyampaikan berbagai program pembangunan, media juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, harapan, dan aspirasi.
“Pers tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi cermin bagi pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan. Kritik yang disampaikan secara objektif dan konstruktif merupakan bagian dari upaya bersama demi meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak mungkin berhasil apabila hanya mengandalkan satu unsur. Pemerintah, DPRD, media, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat harus berjalan beriringan agar setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Baca Juga:Dishub Kuningan Gerak Cepat Perbaiki PJU Jalintim yang Padam Usai ViralPemkab Kuningan Hadirkan Rumah Sayur, Potong Rantai Distribusi Hasil Pertanian
“Membangun Kuningan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah, DPRD, media, dan seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk menghadirkan pembangunan yang berpihak kepada rakyat. Sinergi yang kuat akan melahirkan kebijakan yang lebih aspiratif sekaligus informasi yang mencerdaskan masyarakat,” kata Tuti.
Sementara itu, Ketua PWI Kuningan, Nunung Khasanah menyambut baik kegiatan tersebut sebagai momentum mempererat kemitraan antara insan pers, pemerintah daerah, dan DPRD. Bahwa pers dan lembaga legislatif sama-sama menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan, demi mewujudkan tata kelola yang transparan dan berpihak kepada masyarakat.
“Media bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga menjalankan fungsi kontrol sosial. Kritik yang disampaikan wartawan sejatinya merupakan masukan yang membangun, agar setiap kebijakan pemerintah semakin baik dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Ia menegaskan, insan pers di Kuningan berkomitmen menjaga profesionalisme dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik, mengedepankan prinsip keberimbangan, serta menyajikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. (ags)
