“Kita berharap dengan direksi baru ini bisa melakukan perbaikan. Kalau melihat kondisi sekarang, BUMD di Kota Cirebon boleh dibilang hampir semuanya sedang sakit. Jadi perlu obat yang benar-benar ampuh, bukan sekadar obat generik,” ujarnya.
Meski demikian, Noupel kembali menegaskan bahwa pihaknya tetap memilih berpikir positif terhadap hasil seleksi yang telah dilakukan Pemkot Cirebon. Ia berharap seluruh direksi yang terpilih merupakan sosok terbaik yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang selama ini dihadapi perusahaan daerah.
Politikus Partai Nasdem itu mengatakan BUMD seharusnya menjadi salah satu sumber pendapatan daerah, melalui kontribusi keuntungan kepada pemerintah. Namun kenyataannya, sejumlah BUMD di Kota Cirebon justru masih bergantung pada bantuan penyertaan modal pemerintah (PMP).
Baca Juga:Akses TPAS Gunung Santri Belum Dibuka, Warga Cirebon Barat Terancam Hadapi Masalah SampahPencurian 177 Buku Nikah di KUA Kesambi, Kemenag Bekukan Nomor Seri untuk Antisipasi Penyalahgunaan
“Harusnya BUMD menjadi badan usaha yang menghasilkan. Tetapi kalau melihat kenyataan kemarin, kontribusinya masih jauh dari harapan. Bahkan ada BUMD yang berkali-kali mengajukan penyertaan modal. Kalau seperti itu, buat apa dipertahankan?” tegasnya.
Lanjut Noupel, apabila upaya pembenahan tidak mampu meningkatkan kinerja perusahaan daerah, maka opsi merger hingga pembubaran perlu dipertimbangkan secara serius. “Kalau memang tidak bisa melakukan perbaikan dalam pengelolaan, ya dimerger atau bahkan dibubarkan. Kita ingin BUMD yang sehat, jangan sampai justru menjadi beban APBD,” katanya.
Menurutnya, kondisi keuangan Pemkot Cirebon saat ini juga sedang menghadapi tekanan yang cukup berat. Berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) lebih dari Rp200 miliar membuat ruang fiskal pemda menjadi semakin terbatas, sehingga PMP kepada BUMD diperkirakan akan sulit dipenuhi.
“Sekarang kondisi keuangan kita sedang defisit. TKD berkurang lebih dari Rp200 miliar. Ini saja sudah menjadi persoalan besar yang harus diselesaikan. Dengan kondisi seperti ini, permintaan penyertaan modal tentu akan sulit direalisasikan,” jelasnya kepada Radar Cirebon.
Meski demikian, DPRD tetap memberikan kesempatan kepada direksi baru untuk menunjukkan kinerjanya. Setelah proses pelantikan selesai, Komisi II DPRD Kota Cirebon berencana memanggil seluruh jajaran direksi guna memaparkan program kerja dan strategi pembenahan perusahaan daerah.
