Sementara itu, panitia penyelenggara, Asyfatul Munawaroh menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar sebagai langkah konkret untuk melestarikan jamu sebagai salah satu warisan leluhur bangsa Indonesia. Selain memiliki nilai budaya yang tinggi, jamu dipandang sebagai solusi alami untuk menjaga kesehatan tubuh jika diracik dengan tepat.
Melalui workshop ini, kata Munawaroh, para peserta diajak untuk belajar bersama mengenai teknik dan tata cara meracik jamu yang baik dan benar, sehingga manfaat kesehatannya dapat diperoleh secara optimal.
Pihaknya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang telah memfasilitasi kegiatan ini.
Baca Juga:Akses TPAS Gunung Santri Belum Dibuka, Warga Cirebon Barat Terancam Hadapi Masalah SampahPencurian 177 Buku Nikah di KUA Kesambi, Kemenag Bekukan Nomor Seri untuk Antisipasi Penyalahgunaan
Sementara Ketua Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati Kota Cirebon Wiwit Widyawati mengatakan kegiatan workshop meracik jamu tradisional sebagai bagian dari rangkaian Festival Rempah.
Wiwit Widyawati menyampaikan bahwa Festival Rempah bukan sekadar ajang untuk mengenang sejarah kejayaan rempah Nusantara, melainkan juga menjadi momentum penting untuk melestarikan tradisi meracik jamu.
Sebagai organisasi yang bergerak di bidang tata rias dan kecantikan pengantin, HARPI Melati berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian budaya bangsa. Salah satunya melalui pemanfaatan bahan-bahan alami untuk perawatan kecantikan, baik dari luar maupun dalam tubuh. “Melalui workshop ini, kami berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga semakin bangga terhadap warisan budaya bangsa,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Sultan Kacirebonan, serta pihak-pihak terkait atas kolaborasi yang terjalin. Wiwit berharap kerja sama sinergis ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.
Sedangkan Sultan Kacirebonan Pangeran Abdulgani Natadiningrat menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini. Ia mengungkapkan bahwa koordinasi dan diskusi bersama pemerintah daerah telah sering dilakukan untuk mendorong kemajuan sektor pariwisata berbasis budaya. “Kami sering berjumpa dan berdiskusikan tentang kemajuan Cirebon, khususnya pariwisata dan pengangkatan kearifan lokal. Mudah-mudahan cita-cita kita untuk mengangkat hal-hal yang bersifat tradisional dapat terwujud,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Festival Jamu Rempah ini, Abdulgani berharap tradisi pengolahan rempah dan herbal khas Cirebon tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat serta pelaku UMKM di sektor pariwisata dan kesehatan tradisional.
