RADARCIREBON.ID – Aroma jahe, kunyit, dan berbagai rempah menyeruak di Keraton Kacirebonan. Di tangan puluhan peserta, bahan-bahan alami yang selama berabad-abad menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Nusantara itu kembali diracik menjadi jamu tradisional.
Itulah gambaran pelatihan dan edukasi mengenai minuman tradisional herbal. Acara bertajuk Festival Jalur Rempah periode ketiga ini diikuti sebanyak 75 peserta dari Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan).
Wakil Walikota Cirebon Hj Siti Farida Rosmawati pun hadir pada acara itu. Pada kesempatan sambutan, Farida mengatakan kegiatan jalur rempah periode ketiga ini bagian dari upaya melestarikan tradisi serta mengangkat potensi jalur rempah di Kota Cirebon dan sekitarnya.
Baca Juga:Akses TPAS Gunung Santri Belum Dibuka, Warga Cirebon Barat Terancam Hadapi Masalah SampahPencurian 177 Buku Nikah di KUA Kesambi, Kemenag Bekukan Nomor Seri untuk Antisipasi Penyalahgunaan
Acara itu sendiri merupakan kolaborasi antara tokoh masyarakat dan pengurus Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Kota Cirebon. Acaranya bertajuk Cirebon Cultural Wellness: Workshop Jamu Tradisional untuk Perawatan dan Pengantin. “Acara ini penuh energi dan perlu diapresiasi,” kata Farida.
Kehadiran para anggota dan pengurus HARPI Kota Cirebon dinilai menjadi motor penggerak penting dalam menyukseskan program yang mengangkat kebudayaan lokal. Wawali pun menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan berbasis budaya ini.
Ia menekankan pentingnya mengingat kembali warisan leluhur terkait perawatan tubuh secara menyeluruh, khususnya bagi para calon pengantin. “Leluhur kita mengajarkan perawatan yang luar biasa, mulai dari puasa atau mutih selama puluhan hari untuk kesehatan lahir batin, hingga perawatan dari luar seperti luluran dan perawatan wajah,” ujarnya.
Ia menambahkan, tradisi perawatan jamu tradisional menjadi bagian penting dalam menjaga kebugaran dan kecantikan yang harus terus dilestarikan. “Saat ini produk-produk perawatan tradisional juga telah dipasarkan di berbagai ritel modern dan supermarket di wilayah Cirebon dengan harga yang terjangkau dan kualitas terjamin,” ucapnya.
Melalui workshop ini, wanita yang akrab disapa Rida itu berharap tradisi perawatan pengantin berbasis rempah nusantara dapat terus dilestarikan oleh generasi muda serta makin memperkuat posisi Cirebon sebagai salah satu titik penting dalam peta kebudayaan dan jalur rempah Indonesia.
