RADARCIREBON.ID – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir di Kota Cirebon kembali menjadi sorotan. Hingga pertengahan tahun anggaran, realisasi pendapatan parkir masih di bawah 50 persen dari target yang telah ditetapkan. Kondisi ini dinilai menunjukkan masih adanya persoalan dalam sistem pengelolaan parkir yang berpotensi menyebabkan kebocoran pendapatan.
Anggota DPRD Kota Cirebon, Mohamad Noupel, mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan parkir. Menurutnya, persoalan tidak tercapainya target PAD dari sektor parkir terus berulang setiap tahun tanpa solusi yang jelas.
“Sudah berkali-kali kita membahas soal tidak tercapainya target PAD parkir. Pertanyaannya, masalahnya ada di mana? Kalau bicara potensi, kita tahu potensinya sangat besar. Berarti yang harus dicari adalah di mana kebocorannya,” kata Noupel.
Baca Juga:DPRD Ultimatum PT Indowooyang, Dua Pekan Harus Bereskan Administrasi KetenagakerjaanRibuan Paket Sembako Ludes Diserbu Warga, Harga Lebih Terjangkau, DPC PDIP Gelar Gerakan Pangan Murah
Ia menilai potensi pendapatan parkir di Kota Cirebon jauh lebih besar dibandingkan realisasi yang selama ini diterima pemerintah daerah. Karena itu, Dishub diminta tidak lagi hanya menyampaikan berbagai kendala teknis, tetapi segera menghadirkan langkah konkret untuk mengoptimalkan pendapatan.
Noupel mengungkapkan, DPRD sebelumnya telah mengusulkan agar pengelolaan parkir dilakukan secara profesional melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Menurutnya, banyak perusahaan yang memiliki pengalaman mengelola parkir dan sanggup memberikan setoran kepada pemerintah daerah sesuai, bahkan melampaui target yang ditetapkan.
“Kami pernah menyampaikan agar pengelolaan parkir dilakukan secara profesional melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Banyak perusahaan yang berani membayar, bahkan melebihi target yang ditetapkan,” ujarnya.
Namun, hingga kini usulan tersebut belum direalisasikan. Pemerintah daerah masih beralasan telah memiliki kerja sama yang sedang berjalan. Menurut Noupel, alasan tersebut tidak seharusnya menjadi penghambat apabila terdapat pihak lain yang mampu memberikan hasil lebih optimal bagi daerah.
“Kalau memang ada pihak ketiga yang berani memenuhi target, bahkan melebihinya, ya serahkan saja kepada pihak ketiga. Jangan terus beralasan ini dan itu, sementara target setiap tahun tidak tercapai,” tegasnya.
Ia menambahkan, peningkatan PAD merupakan salah satu kunci mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, seluruh potensi pendapatan daerah harus dioptimalkan, termasuk sektor parkir yang selama ini belum pernah mencapai target.
